PotretNews.com Senin 24 September 2018

Yasco, Biro Jodoh Tertua di Indonesia yang Jadi Primadona sebelum Diterjang Era Digital

Yasco, Biro Jodoh Tertua di Indonesia yang Jadi Primadona sebelum Diterjang Era Digital

Bambang Riyanto, pengelola Biro Jodoh Yasco di depan kantornya. (foto: tempo.co)

Rabu, 07 Oktober 2015 09:07 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Yayasan Scorpio yang berada di Jalan Kramat Lontar, Jakarta Pusat, kini menjadi biro jodoh manual tertua yang masih eksis. Didirikan sejak 1974, Bambang Riyanto, selaku pengelola, mengklaim ada 15 ribu pencari jodoh yang mencari peruntungan di biro yang ia kelola.

Dikutip dari Koran Tempo 4 Oktober 2015, anggota perempuan biro jodoh ini jumlahnya dua kali lipat dibanding laki-laki. Perbandingannya, 10.000-an berbanding 5.000-an. Dalam sebulan, ada tiga sampai empat orang mendaftar, baik di biro Jakarta atau Bandung.

Yasco, begitu biro jodoh ini biasa disbeut, sempat menjadi primadona sebelum era digital menerjang. Dulu, dalam sebulan ada 40 orang mendaftar menjadi anggota baru. Didirikan oleh M. Subky Hasbie pada 11 Mei 1974, Yasco sempat terabaikan setelah Hasbie wafat pada 2012. Yasco kembali berdenyut pada April 2015 di tangan Bambang.

Larasati, misalkan, sengaja menyambangi Yasco untuk mencari pendamping hidup. Berbekal pasfoto berwarna ukuran 4x6, fotokopi KTP, dan uang pendaftaran Rp 125 ribu, wanita berusia 63 tahun ini sudah dapat mengantongi kartu anggota berwarna kuning.

Ads
Seluruh biodata Larasati disimpan di dalam album berwarna pink. Jika ada pria tertarik, pria tersebut boleh membuka album pink untuk melihat biodata lengkap, termasuk nomor kontak. "Setelah itu, terserah mereka teknisnya untuk kenalan lebih jauh. Anggota Yasco kan pinter-pinter he-he-he." kata Bambang. ***

(Farid Mansyur)
Kategori : LifeStyle
Sumber:Tempo.co
Tour de Siak 2018
wwwwww