PotretNews.com Selasa 16 Oktober 2018

WAH, WAH... Menteri Pariwisata Thailand Bertekad Bersihkan Negaranya dari Wisata Seks

WAH, WAH... Menteri Pariwisata Thailand Bertekad Bersihkan Negaranya dari Wisata Seks

Sua Nong Noh, salah satu destinasi wisata terkenal di Thailand

Senin, 18 Juli 2016 12:05 WIB

BANGKOK, POTRETNEWS.com - Industri layanan seksual di Thailand tengah menjadi sorotan tajam. Sebab, Menteri Pariwisata (Menpar) Kobkarn Wattanavrangkul bertekad untuk membersihkan Negeri Gajah Putih dari rumah-rumah bordil yang bertebaran di sejumlah lokasi wisata.

Upaya tersebut ditandai dengan meningkatnya penggerebekan pihak kepolisian terhadap sejumlah tempat penyedia jasa seks di ibukota Bangkok.

Mereka yang berkecimpung dalam industri tersebut berdalih pembatasan terhadap layanan seks komersial hanya akan merugikan perekonomian yang semakin lesu setelah kekacauan politik yang menyeret negara ke resesi sejak 2014.

Namun, Kobkarn yakin wisatawan yang datang ke negaranya tidaklah bertujuan untuk menikmati layanan seks komersial itu. Thailand selama ini dikenal di kalangan wisatawan karena keunikan budaya mereka yang indah.

Ads
"Turis tidak datang ke Thailand untuk menikmati layanan itu. Mereka datang ke sini karena keindahan budaya kita. Kami ingin Thailand menyediakan wisata yang berkualitas tinggi. Kami ingin industri layanan seksual hilang,” ujar Kobkarn, seperti dimuat Reuters, Minggu (17/7/2016).

Prostitusi di Thailand adalah hal yang ilegal. Namun, hukum di negara tersebut sering dilanggar karena industri layanan seks komersial sering menjadi lahan basah bagi kalangan pejabat dan polisi.

Kobkarn yakin mereka yang berusaha menaikkan kesejahteraan para pekerja seks hanya berangan-angan belaka. Thailand dikenal sebagai negara yang cukup konservatif.

Menurut laporan UNAIDS pada 2014, terdapat sekira 123.530 pekerja seks komersial (PSK) di negara tersebut. Angka tersebut jauh di atas negara tetangganya Kamboja yang berjumlah 37 ribu PSK.***


editor: wawan s
sumber: okezone.com

Kategori : Internasional
wwwwww