Home > Berita > Umum

Dosen Prodi Sarjana Terapan Keamanan Sistem Informasi Polbeng Diberi ”Ilmu” Penyusunan Dokumen

Dosen Prodi Sarjana Terapan Keamanan Sistem Informasi Polbeng Diberi ”Ilmu” Penyusunan Dokumen

Direktur Polbeng Johny Custer,ST,MT, para Wadir, para Kajur, para Kepala Prodi dan dosen bersama narasumber Sudra Irawan,SPdSI,MSi.i.

Minggu, 09 Oktober 2022 16:19 WIB
Junaidi Usman
BENGKALIS, POTRETNEWS.com —Sebagai upaya meningkatkan mutu mahasiswanya, Jurusan Teknik Informatika (TI) pada Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Keamanan Sistem Informasi di Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar Workshop Penyusunan Dokumen Project Based Learning (PBL) Melalui Teaching Factory/ Industry.
Workshop penyusunan dokumen yang diikuti para dosen ini untuk melahirkan kurikulum sebagaimana Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Nomor 27 Tahun 2022 tentang Panduan Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek/ Project Based Learning (PBL) pada Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi menghadirkan narasumber Sudra Irawan,SPdSI,MSi dari Politeknik Negeri Batam (Poli Batam) dan dilaksanakan selama 2 hari sejak pagi sampai petang pada Jum'at - Sabtu, 7 - 8 Oktober 2022 kemarin.

Dipilihnya narasumber dari Poli Batam karena hari ini terutama di Indonesia, Poli Batam merupakan model untuk PBL di Perguruan Tinggi Vokasi di samping beberapa politeknik negeri yang lain yang telah menerapkan BSL tadi.

Ketua Jurusan Teknik Informatika (Kajur TI), Kasmawi MKom berharap, setelah selesainya workshop ini ada standar baru yang disusun di Jurusan Teknik Informatika yang akan digunakan oleh mahasiswa di mana standar PBL tersebut adalah proses pembelajaran berbasis BSL dan menggunakan struktur framework CDIO (Conceive Design Implement Operate) yang dikeluarkan oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology, Boston, Amerika Serikat) suatu universitas teknologi terkemuka di dunia yang terkait dengan pengelolaan jurusan dan pendidikan sehingga kita akan mengadopsi mulai dari kurikulumnya, proses pelaksanaannya sampailah learning outcome-nya. Kami merasa optimis karena kegiatan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) yang akan dilaksanakan mahasiswa di Jurusan Teknik Informatika ini didukung penuh oleh Direktur Politeknik Negeri Bengkalis. Salah satu kunci sukses dari program PPL ini adalah terbentuknya ekosistem dan struktur organisasi dari PPL itu sendiri," kata Kasmarni kepada potretnews.com, Sabtu (08/10/2022) kemarin.

Struktur CDIO tadi selaras dengan OBE (Outcome Based Education) dan delapan bentuk pembelajaran berbasis MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang merupakan tagline dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI.

Sebanyak 126 orang dosen tetap di jurusan ini ditambah dosen-dosen hayer dari industri, dosen-dosen dari pemerintah daerah dan dari praktisi-praktisi yang berkaitan dengan mata kuliah yang diajarkan memberikan mata kuliah kepada sekitar 700-an mahasiswa aktif di jurusan yang banyak melakukan kerja sama dengan beberapa industri misalnya dengan Garuda Cyber Indonesia, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), PT Lintas Arta dan beberapa perusahaan yang ada di Provinsi Riau, Batam dan Bandung ini.

”Dan banyak lagi industri-industri yang bekerja sama dengan kita termasuk juga dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk untuk kebutuhan Prodi Keamanan Sistem Informasi. Selain itu, kita juga ada program upgrading Diploma III menjadi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Komputer," beber Kasmawi putra Desa Sungai Alam, mengakhiri wawancara.

Workshop yang diselenggarakan prodi di atas yang menggunakan dana hibah dari Kemendikbud Ristek RI melalui program Competitive Fund Vokasi (CFV) tahun 2022 ini dibuka pada Jumat (7/10) kemarin oleh Direktur Polbeng Johny Custer,ST,MT dihadari para Wakil Direktur (Wadir), para Kajur, para Kepala Prodi dan dosen di lingkungan Polbeng ini bertujuan bagaimana para dosen di prodi tadi mendapatkan pengetahuan baru terkait framework atau kerangka kerja yang dikenal dengan CDIO di dalam membangun kurikulum.

"Harapan kami tentu tidak hanya dalam hard skill mahal saja, soft skill mahasiswa pun akan meningkat ini sesuai dengan tuntutan SN Dikti (Standar Nasional Pendidikan Tinggi), ada sikap, pengetahuan, ada keterampilan umum dan keterampilan khusus yang harus dibekali oleh perguruan tinggi kepada mahasiswa sampai mereka lulus," harap Ketua Panitia, Danuri, Mcs pula.

"Dengan ini ada keterlibatan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) lembaga baik pemerintah maupun swasta sebagai sumber projek. Misalnya Dinas A berkeinginan membangun sebuah sistem informasi lalu menjalin kerja sama dengan prodi maka mahasiswa akan mengerjakan projek ini sekaligus sebagai media pembelajaran. Melalui projek ini, lebih 60% adalah praktek," terang Danuri didampingi Kajur Kasmawi.

Ditambahkan Danuri, di program studinya sudah memiliki dokumen kurikulum hanya perlu menyesuaikan dengan framework CDIO tadi sehingga beberapa hari kedepan setelah selesainya workshop ini mereka harus melakukan perbaikan baik itu penyesuaian di sisi kurikulum, juga yang paling penting adalah panduan di internal prodi itu sendiri bagaimana penerapan BSL dengan harapan ketika ini sudah mereka susun, kemudian diteruskan ke tingkat jurusan agar dibahas di Bidang Akademik sampai ke level pimpinan untuk mendapatkan pengesahan.

"Mengenai waktu penerapannya, tentu BSL ini tidak hanya prodi saja yang terlibat melainkan ada beberapa elemen atau komponen di perguruan tinggi (Polbeng) ini juga harus saling mendukung agar ini sukses. Kalau dari kami sendiri, tahun ajaran depan sudah kita mulai dalam arti pada tahapan uji coba karena memang projek BSL ini tidak mudah, ini hal baru bagi kami," tambahnya.

Dalam kesempatan wawancara kemarin, Danuri mengucapkan terima kasih atas dukungan Jurusan TI dan tentunya terima kasih kepada Pimpinan Polbeng baik Direktur beserta jajaran atas bimbingan selama ini kepada panitia pelaksana mulai menyiapkan proposal sampai sebagai prodi yang baru berdiri 2 tahun yang mendapatkan hibah tentu menjadi sebuah prestasi.

"Kemudian, harapan kami juga adalah hari ini kita tahu bahwa serangan dunia digital yang kita kenal dengan serangan cyber yang luar biasa, kami di Politeknik Negeri Bengkalis ada salah satu Program Studi Sarjana Terapan Keamanan Sistem Informasi sehingga ini merupakan peluang terutama untuk putra putri baik dari Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau maupun dari berbagai wilayah di Indonesia dapat melanjutkan pendidikannya dari jenjang SMA sederajat untuk mendalami di bidang keamanan maka di Polbeng merupakan salah satu alternatif yang bisa dijadikan pilihan selain beberapa kampus yang ada di Indonesia. Bagi orang tua, ini adalah kesempatan baik bagi anak-anaknya bahwa kita sudah ada prodi yang fokus kepada belajar tentang keamanan," kata Danuri memberikan informasi.

Sedikit informasi tambahan dari Kajur Kasmawi, setelah workshop ini sekitar pekan depan juga akan ada kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dengan industri terkait dengan penerapan PBL Industri yang akan dilaksanakan di Pekanbaru.

Narasumber Sudra Irawan di sela istirahatnya yang merupakan Kajur TI di Poli Batam berharap kepada seluruh dosen yang ada di Jurusan TI Polbeng mampu untuk memulai melaksanakan PBL ini artinya menjadikan problem, menjadikan projek, menjadikan produk itu sebagai media belajar mahasiswa. Jadi kuliahnya tidak parsial lagi antara mata kuliah tapi terintegrasi, berkolaborasi antara mata kuliah dalam suatu medianya produk, medianya problem, medianya projek sehingga benar-benar bisa menghasilkan output yang bermanfaat.

"Misalnya karena Bengkalis daerah pesisir banyak UMKM di bidang TI mereka menghasilkan produk misalnya aplikasi yang itu berguna untuk masyarakat sehingga nantinya antara kegiatan Tri Dharma penelitian dosennya, pengajarannya dan pengabdiannya itu terintegrasi berhubungan antara satu dengan yang lainnya. PBL-nya dimulai saja dahulu, tidak harus siap semuanya tapi dicoba saja dahulu, dilaksanakan, nanti kalau ada kendala-kendala kami akan coba untuk membantunya," pesan Sudra Irawan.

Diceritakan Sudra Irawan, PBL di Poli Batam itu sudah dimulai sejak tahun 2007 yang dilaksanakan pertama kali oleh Prodi Robotika yang awalnya hanya untuk kompetisi atau lomba. "Kemudian dari kebijakan Direktur Pak Uuf (Dr Uuf Brajawidagda) pada 2020 PBL itu dimintanya untuk dilaksanakan di semua prodi yang ada di Poli Batam yang saat ini mempunyai 22 prodi dan semuanya sudah menggunakan PBL di mana proses pembelajarannya tidak hanya terkontak kepada satu mata kuliah dan satu prodi saja tapi projek itu sudah dikerjakan antar prodi misalnya pembuatan aplikasi cloud founding atau aplikasi pajak itu dikerjakan Prodi Teknik Informatika, oleh Prodi Manajemen Bisnis maupun prodi lainnya," cerita Sudra Irawan.

Sumber projek di Poli Batam, ungkap Sudra Irawan pula cukup banyak, ada namanya projek eksternal yang berdasarkan pesanan industri ataupun produk yang mereka kembangkan sendiri berdasarkan kebutuhan industri contohnya kemarin mereka baru menyerahkan produk film animasi terkait dengan kampanye narkoba yang dipesan oleh ACS Australia sebagai kampanye dalam bentuk animasi yang berdurasi 24 menit terbagi dalam tiga episode dan dikerjakan 69 mahasiswa dari berbagai macam prodi di Poli Batam. Ini memang animasi namun ada juga keamanan cyber, ada manajemen bisnis dan banyak prodi terlibat di dalamnya. Kemudian sumber projek yang kedua adalah kompetisi lomba kegiatan kemahasiswaan. Lomba yang biasanya setiap tahun, hanya melakukan persiapan satu atau dua bulan sehingga hasilnya tidak maksimal. Kenapa mahasiswa yang akan mengikuti lomba ini tidak disiapkan sejak awal?

"Dulu kegiatan lomba itu hanya bagian dari kegiatan ekstrakurikuler, mereka para mahasiswa membuat produk untuk lombanya tidak diklaim ke mata kuliah sehingga mereka tadi capek untuk lomba. Mereka berbuat banyak untuk politeknik tetapi tidak ada klaim di dalam mata kuliahnya. Sekarang lomba itu kita persiapkan lebih awal kemudian ada mata kuliah yang diklaim di dalamnya merupakan bagian dari pembelajaran. Tentunya karena sudah dipersiapkan jauh-jauh hari kemungkinan untuk menangnya akan lebih baik," ungkapnya.

Masih kata Sudra Irawan, sumber projek yang ketiga adalah projek internal yang merupakan kebutuhan dari kampus bagaimana prodi itu memberikan kemanfaatan. Kemudian yang keempat adalah projek penelitian dosen yang memang harus melibatkan mahasiswa yang sebelum ini mahasiswa dilibatkan tetapi tidak dapat apa-apa dalam arti tidak dapat pengakuan nilai di dalam projek penelitian dosen ini. Sekarang, projek dosen ini melibatkan mahasiswa dan itu didaftarkan teregistrasi secara resmi di prodi, diklaim di dalamnya sebagai mata kuliah.

Saat ditanyakan berapa budget yang disiapkan ACS Australia untuk projek film animasi tadi, Sudra menyebutkan Poli Batam karena Belum Layanan Umum (BLU) berprinsip membangun portofolio terlebih dahulu, lebih kepada bagaimana memberikan kemanfaatan bagi nusa dan bangsa. Dan membangun trush atau kepercayaan bagi masyarakat, membangun kepercayaan industri kemudian mengenalkan kepada industri karena untuk menghilangkan gate antara kebutuhan industri dengan lulusan Poli Batam itu sendiri. Harusnya hubungan perguruan tinggi dengan industri, dekat apalagi politeknik.

"Nah, bagaimana industri atau perusahaan ini percaya dahulu dengan politeknik, iya salah satunya produk-produk mereka itu coba kita masukkan ke dalam kampus, jadikan sebagai media pembelajaran sehingga mereka bisa untuk belajar di dalamnya dan mereka melihat hasilnya. Film animasi kami kemarin menurut pakar-pakar film animasi sudah bisa dikatakan hampir sama kelasnya dengan Disney. Sejak film animasi tersebut kami kerjakan, banyak yang datang minta dibuatkan film animasi juga. Karena politeknik tempatnya Tri Dharma bukan untuk bisnis, sampai saat ini kami membangun portofolio terlebih dahulu," terang Sudra Irawan.

Sudra Irawan kembali mengatakan bahwa projek BSL ini merupakan salah satu metode pembelajaran di dalam belajar supaya pembelajaran itu tidak parsial lagi antara mata kuliah dengan mahasiswa yang terkadang mengantuk karena dosennya keseringan ceramah tetapi sekarang pembelajaran harus melakukan transformasi.

"Bisa saya katakan bahwa metode BSL ini adalah model pembelajaran terbaik bagi pendidikan vokasi karena pendidikan vokasi kan terapan, prinsip BSL ini sendiri terapan. Saya harap semua politeknik sudah mulai melaksanakannya apalagi saat ini sudah keluar Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Nomor 27 Tahun 2022 tentang Panduan Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek/ Project Based Learning (PBL) pada Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi. Dalam Peraturan Dirjen ini banyak mengadopsi apa-apa yang sudah dilakukan oleh Politeknik Negeri Batam karena memang Alhamdulillah kami di Poli Batam, PBL-nya bisa dikatakan sudah terintegrasi dengan baik," terang Sudra Irawan.

Dapat disimpulkan bahwa penyusunan PBL tepatnya perubahan metodologi pembelajaran yang semula bersifat teacher center learning menjadi student center learning berbasis projek. ***

Kategori : Umum, Bengkalis
wwwwww