Home > Berita > Umum

Mahasiswa Kukerta Unri Sosialisasi Pembuatan Rak Sederhana dari Kardus Bekas di Kampungdalam Pekanbaru

Mahasiswa Kukerta Unri Sosialisasi Pembuatan Rak Sederhana dari Kardus Bekas di Kampungdalam Pekanbaru

Suasana sosialisasi cara membuat rak sederhana dari kardus bekas/F-ISTIMEWA

Senin, 22 Agustus 2022 09:27 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) tahun 2022 turut berpartisipasi dalam kegiatan PKK yang rutin diadakan setiap bulan oleh Ibu-Ibu di Kelurahan Kampungdalam, Pekanbaru, Riau.
Pada kesempatan ini para mahasiswa melakukan sosialisasi pembuatan rak sederhana, dengan kardus bekas sebagai bahan utama yang digunakan. Kegiatan PKK ini diadakan pada Rabu (10/8/2022) lalu bertempat di aula kantor lurah setempat.

Sebagaimana diketahu, keberadaan rak menjadi salah satu barang penting yang pasti ada di dalam rumah. Rak merupakan sebuah benda yang biasanya ada di tempat tertentu seperti di meja belajar, di kamar ataupun di ruang keluarga. Rak dapat menampung berbagai benda sederhana agar tersusun rapi dan bersih.

Biasanya rak digunakan untuk meletakkan buku, alat tulis, kosmetik, make up bahkan mainan anak. Rak juga diperlukan dalam penataan ruangan agar menjadi lebih teratur.
Tanpa adanya rak, maka akan banyak benda yang berantakan dan tidak tersusun di tempat yang semestinya.

Menurut Wakil Ketua Tim Kukerta Kampungdalam, Elwina Karsih Yulfa, sosialisasi pembuatan rak sederhana dari kardus bekas menjadi hal yang penting dan menarik untuk Ibu-Ibu PKK kelurahan itu.
”Kegiatan ini menarik untuk diadakan bagi ibu-ibu PKK, karena untuk dapat meningkatkan kemampuan dalam mendaur ulang bahan yang sudah tidak terpakai seperti kardus bekas, untuk dimodifikasi menjadi barang yang dapat digunakan kembali, contohnya rak. Bukan hanya dari nilai estetika saja, rak kardus juga dapat dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan karena cara pembuatannya sederhana, bahan yang mudah didapat serta hanya membutuhkan modal yang sedikit,” ujar perempuan yang akrab disapa Wina ini.

Kegiatan ini diawali dengan pengenalan alat dan bahan yang perlukan dalam proses pembuatan rak sederhana dari kardus bekas. Pengenalan dan penjelasan cara pembuatan disampaikan langsung oleh 2 orang perwakilan kelompok yaitu; Elwina Karsih Yulfa (Mahasiswa FKIP Universitas Riau) dan Ranti Monika Br Nababan (Mahasiswa FMIPA Universitas Riau).

Adapun alat dan bahan yang diperlukan yakni; kardus bekas sebagai bahan utama, kertas kado untuk melapisi kardus, lem tembak untuk merekatkan tiap sisi kardus, gunting/pisau, penggaris untuk mengukur, lem kertas untuk merekatkan kertas kado ke kardus dan juga pensil.

Kemudian setelah pengenalan alat dan bahan, mahasiswa kukerta memulai praktik pembuatan rak sederhana dari kardus bekas. Langkah pertama, siapkan bahan dan alat yang dibutuhkan, kemudian gambarlah pola persegi panjang dengan ukuran 40x15 cm untuk bagian dinding, 20x15 cm bagian alas dan 15x10 cm untuk bagian pembatas rak.

Gambar juga pola untuk membuat rak yang lebih kecil sesuai keinginan yang. Kemudian gunting lah pola tersebut dan rapikan menggunakan pisau kecil untuk memotong ukuran kardus yang berlebih.
Lalu potongan pola yang sudah di gunting tadi, lapisi dengan kertas kado dan direkatkan menggunakan lem. Langkah selanjutnya rangkai lah pola yang sudah di balut kertas kado menjadi rak mini dengan lem tembak sebagai perekat yang kuat. Kemudian jangan lupa rangkai rak-rak dengan ukuran lebih kecil layaknya laci pada umumnya.
Setelah semuanya sudah dirangkai, rak mini pun siap digunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang dan keperluan pribadi.

Mahasiswa kukerta Kampungdalam berharap dengan diadakannya sosialisasi pembuatan rak sederhana dari kardus bekas ini dapat kiranya menggerakkan masyarakat kawasan setempat untuk kreatif dalam mengolah limbah menjadi barang yang dapat digunakan kembali.

”Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber inovasi untuk Ibu-Ibu agar lebih tertarik untuk mendaur ulang barang yang telah tidak digunakan. Selain dapat mengurangi sampah, mendaur ulang barang yang telah tidak digunakan juga dapat bernilai ekonomis serta menjadikan ibu PKK lebih kreatif dalam mengolah limbah,” pungkas Wina. ***

Penulis
Nurul Annisa (mahasiswa Kukerta Unri di Kampungdalam) 

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww