Mayat-Mayat Bergelimpangan, Tsunami Covid-19 di India Terjadi setelah Gelar Ritual Mandi Bersama di Sungai Gangga yang Libatkan 3 Juta Orang
![]() |
Mobil Ambulans di India angkut puluhan mayat pasien Covid |
POTRETNEWS.com — Tsunami Covid-19 membuat India hancur lebur. Sejumlah fasilitas umum ditutup. Rumah sakit pun kewalahan menangani pasien Covid-19. Ribuan warga tewas lantaran tidak mendapatkan penanganan medis yang maskimal. Tsunami Covid-19 terjadi setelah negara itu menggelar ritual mandi bersama di sungai Gangga. yang melibatkan 3 juta orang.
Kini, India menuai kaibat dari abainya negara itu menerapkan protokol kesehatan. Mayat-mayat pasien Covid-19 terlantar begitu saja di sejumlah sudut kota. Ambulans kewalahan mengangut mayat pasien. Bahkan, sebuah mobil ambulans nekat mengangkut 22 mayat pasien Covid-19 ke tempat kremasi. Dilansir dari Dailymail, mayat-mayat tersebut ditumpuk-tumpuk menggunakan kantong mayat dalam satu mobil ambulans bak onggokan sampah. India melaporkan 386.452 terinfeksi Vovid varian baru dan 3.498 kematian secara resmi dicatat pada hari Jumat ini. Namun etugas medis telah memperingatkan angka sebenarnya bisa sepuluh kali lebih besar, menempatkan infeksi harian pada 3 juta. Pada tingkat itu, negara bisa melihat lebih dari 30.000 kematian akibat virus korona sehari dalam beberapa minggu, tetapi pencatatan yang buruk di negara itu berarti jumlah korban sebenarnya mungkin tidak akan pernah diketahui.Ambulans yang dibebani dengan korban Covid di negara bagian Maharashtra adalah bukti suram terbaru dari pembantaian yang terjadi di seluruh negara berpenduduk 1,4 miliar itu ketika virus merobek populasi. Petugas polisi dilaporkan menyambar telepon dari tangan orang-orang ketika mereka mencoba memotret ambulans, suspensi kendor karena beban orang mati, di luar kamar mayat di kota Beed pada hari Jumat.Akham Sophian

























