Terbukti Terima Suap Uang Proyek Pembangunan Jalan, Eks Kadis PUPR Bengkalis Diganjar 10 Tahun Lebih
![]() |
Ilustrasi/SUARA.com |
JAKARTA, POTRETNEWS.com — Bekas Kadis PUPR Bengkalis, M Nasir akhirnya dieksekusi oleh jaksa eksekusi Josep Wisnu Sigit dan Dormian pada Kamis (18/6/2020), ke rumah tahanan Pekanbaru, Riau, setelah divonis bersalah terkait perkara korupsi menerima suap Rp 5,6 miliar terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.
Nasir divonis 10 tahun 6 bulan penjara terkait kasus tersebut. Eksekusi tersebut berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 1636 K/Pid.Sus/2020 tanggal 19 Mei 2020 jo Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Pekanbaru No. 23/Pid.Sus/TPK/2019/PT. PBR tanggal 13 Nopember 2019.”Pelaksanaan putusan tersebut dengan memasukkan terpidana M Nasir ke Rumah Tahanan Klas II B Pekanbaru untuk menjalani pidana penjara selama 10 tahun dan 6 bulan di kurangi selama berada dalam tahanan,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (19/6/2020), seperti dikutip dari detik.com.Bekas Kadis PUPR Bengkalis ini dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis. Selain itu, M Nasir juga dijatuhi hukuman untuk membayar denda sebesar Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan dan pembayaran uang pengganti sebesar Rp 2 miliar.”Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila Terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan penjara selama 1 tahun," ujar Plt Jubir KPK Ali Fikri.A Roni

























