Buntut Kekacauan atas Meninggalnya George Floyd, Rusia Ikut Marah kepada Amerika
![]() |
Kerusuhan terjadi di beberapa wilayah di Amerika buntut meninggalnya George Floyd/TRIBUNNEWS.com. |
POTRETNEWS.com — Kerusuhan di AS selama hampir 2 pekan ini dimulai setelah kematian pria kulit hitam George Floyd setelah lehernya dicekik dengan lutut oleh polisi kulit putih di Minneapolis, negara bagian Minnesotta pada 25 Mei 2020.
George tewas akibat kesulitan bernafas akibat cara penanganan yang tidak manusiawi oleh oknum polisi Derek Chauvin sebelum akhirnya dia ditangkap atas ketidakmanusiawiannya itu.Ribuan orang turun ke jalan untuk mengecam kebrutalan polisi. Beberapa unjuk rasa awalnya berlangsung damai, namun kemudian berubah menjadi kekerasan di Minneapolis, Washington, New York, Atlanta, Chicago dan banyak kota lainnya.Kementerian Luar Negeri Rusia menilai kekacauan yang terjadi Amerika Serikat (AS) karena negara itu telah menabur kekacauan di seluruh dunia. Menurut kementerian tersebut, Washington selama ini mendukung ide-ide destabilisasi, memecah-belah kelompok satu sama lain di seluruh dunia.”Dengan menabur kekacauan (di luar negeri), mereka mendapat kekacauan di rumah (dalam negeri)," kata juru bicara kementerian tersebut, Maria Zakharova, saat tampil di stasiun televisi Rossiya 1, yang dilansir Senin (8/6/2020) seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id.A Roni

























