Dilema Pandemi Covid-19 di Bengkalis; Ekonomi Cekak, Tagihan PLN Membengkak, Harga Kemasan Pasar Murah Melonjak
![]() |
Sofyan, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis. |
BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) melanda hingga sekarang, faktor ekonomi penghasilan pendapatan warga tak terkecuali Bengkalis sangat menurun drastis menukik tajam sehingga untuk memenuhi kebutuhan makan saja banyak warga yang mengalami kesulitan.
Bukan hanya sulit makan, sulit menerima kenyataan tagihan listrik yang menanjak tinggi menjadi viral di kabupaten yang berjuluk Negeri Junjungan ini.”Saya sudah cek kuitansi tagihan listrik tahun 2018, 2019, dan 2020. Yang 2020 kuitansi tagihan Juni 2020. Harga per kWh sama, yaitu Rp. 1.467,20. Yang mengherankan, kWh terpakai utk pembayan Mei hanya 481, sedangkan utk pembayan Juni 1.248. Ada selisih pemakaian 767 kWh . Padahal peralatan tak ada yg bertambah. Pemakaian juga sama. Kenapa begitu kencang putaran meter sehingga satu hari kami menghabiskan 41,6 kWh?," tulis Mohd Nasir di media sosial Facebook, 6 Juni 2020 pukul 06.33 WIB.Perih hati rakyat makin bertambah, untuk kemasan paket pasar murah menelan anggaran yang super, 800 juta padahal Alim warga Desa Teluklatak yang biasa bekerja di Malaysia pulang ke Bengkalis sebulan sekali belum menerima dana Rp600 ribu per bulan yang dijanjikan sementara saldo rekeningnya sekarang terpotong lebih 30 ribuan.Atas karut-marut penuh dilema beberapa hal di atas, di mata Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis, Sofyan, kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang notbene adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai wakil rakyat dia tidak ingin rakyatnya menjadi korban.
























