PotretNews.com Kamis 09 Juli 2020
Home >  Berita >  Riau

Tim Gugus Tugas di Bengkalis Gerak Cepat Cegah Penyebaran Covid-19

Tim Gugus Tugas di Bengkalis Gerak Cepat Cegah Penyebaran Covid-19

Alwizar SKM.

Sabtu, 21 Maret 2020 14:28 WIB
Junaidi

BENGKALIS, POTRETNEWS.com — Sejak 17 Maret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Bengkalis telah menetapkan status siaga Corona Virus Desease-19 (Covid-19) di kabupaten yang berjuluk Negeri Junjungan ini.

Pada hari yang sama telah dibentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Bengkalis yang diketuai oleh bupati dengan anggota seluruh lintas sektor yang ada kaitanya baik langsung maupun tidak langsung terhadap upaya pencegahan pengendalian Covid-19 di daerah setempat.

Lintas sektor dimaksud di antaranya adalah Dinas Perhubungan, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Imigrasi, kepolisian, TNI, BIN, pais, dan seluruh perangkat daerah.

Tim inilah yang nantinya akan melaksanakan tugas dan perannya secara bersinergi berupaya untuk melakukan pencegahan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Bengkalis.

”Mudah-mudahan nanti dapat menekan penyebarluasan Covid-19 di Kabupaten Bengkalis ini. Alhamdulillah sampai hari ini sistem Swab Respons kita dalam upaya mendeteksi dini dan mengetahui secara cepat Covid-19 di Kabupaten Bengkalis ini berjalan secara maksimal dengan Puskesmas sebagai garda terdepannya dan memberdayakan seluruh bidan desa dan pustu yang ada di wilayah Kabupaten Bengkalis," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pecegahan Penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Alwizar, SKM yang menjadi Juru Bicara Covid-19 kepada potretnews.com dan sejumlah awak media lainnya, Jumat (20/3/2020) petang.

Dijelaskan Alwizar, sistemnya adalah jika seseorang ada indikasi mengarah gejala Covid-19, mereka selaku tim berkoordinasi dengan puskesmas, selanjutnya puskesmas akan berkoordinasi dengan tim dan tim akan berkoordinasi dengan pihak RSUD Bengkalis apakah orang tadi dijadikan ODP (orang dalam pengawasan) atau PSP (pasien dalam pemantauan).

Dia menyebut, pada 19 Maret 2020 pukul 12.30 WIB tim telah mengadakan rapat bersama jajaran manajemen dan pakar RSUD Bengkalis menyepakati bahwa nanti jika ada masyarakat yang mengalami gejala demam suhu 38 derajat Celcius, batuk, pilek dan ada gejala sesak nafas agar segera ke puskesmas.

Kemudian, imbuh dia, puskesmas mendiagnosa sementara, selanjutnya puskesmas akan berkoordinasi dengan tim dan tim akan berkoordinasi ke RSUD Bengkalis untuk menentukan apakah pasien ini dirujuk atau hanya dalam pengawasan saja.

”Ini agar dipahami karena mengingat ruang isolasi yang ada di RSUD Bengkalis saat ini hanya punya 2 kamar saja dengan 5 tempat tidur," terangnya.

Dalam kesempatan itu Alwizar juga menjelaskan dalam sistem kewaspadaan Swab Respons adalah salah satu bentuk antisipasi dalam kondisi siaga darurat untuk tingkat Kabupaten Bengkalis.

”Artinya kita memonitor di level yang paling bawah kemudian melapor ke jenjang di atasnya, kemudian kita berkoordinasi dengan pihak RSUD. Selain itu yang disebut ODP adalah khusus orang-orang yang datang dari bepergian ke luar negeri baik warga kita maupun warga negara asing. Mereka baik dalam keadaan sehat maupun sakit tetap kita tempatkan dalam ODP. Di dalam tim gugus tugas percepatan pengendalian Covid-19 ada satu tim namanya tim teknis penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat,” sebut Alwizar.

Terkait meninggalnya seorang warga Kecamatan Bantan pada Jumat (20/3/2020), Alwizar menerangkan, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboraborium Nasopharing Swab PDP atas nama Tuan Basiran, laki-laki, umur 49 tahun, beralamat di Jalan Jenderal Sudirman RT/RW 001/008 Bantan Timur Kecamatan Bantan sesuai dengan Surat Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes RI Nomor LB.03.01/2/4140/2020, tanggal 18 Maret 2020 perihal Laporan Hasil Pemeriksaan Labaoratorium Covid-19 sebagai berikut: Jenis Nasofaring 1 dengan hasil negatif, Jenis Orofaring 1 dengan hasil negatif, dan Jenis Sputum 1 dengan hasil negatif. Kesimpulannya adalah warga tersebut bukan sebagai penderita Covid-19.

Dengan demikian, tutur dia, maka sesuai dengan catatatan Medical Record di UPT Puskesmas Selatbaru yang merujuk pasien tersebut adalah menderita penyakit jantung dan pernah pula mengalami pingsan di kebunnya kira-kira 6 bulan lalu. ***

       
        Loading...    
           
Kategori : Riau, Umum
Loading...
www www