PotretNews.com Sabtu 28 Maret 2020
Home >  Berita >  Hukrim

Dalami Kasus Korupsi Jalan di Bengkalis, KPK Panggil 7 Bos Perusahaan untuk Diperiksa di Markas Brimob Polda Riau

Dalami Kasus Korupsi Jalan di Bengkalis, KPK Panggil 7 Bos Perusahaan untuk Diperiksa di Markas Brimob Polda Riau

Ilustrasi. (INTERNET)

Jum'at, 20 Maret 2020 12:26 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Kasus korupsi proyek pembangunan Jalan lingkar Barat Duri di Kabupaten Bengkalis, Riau Tahun Anggaran 2013-2015, terus didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Untuk itu, penyidik komisi antirasuah tersebut menjadwalkan pemeriksaan terhadap 7 saksi terkait kasus tersebut.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan pemeriksaan dilakukan di Kantor Brimob Polda Riau, Jalan KH Ahmad Dahlan No.106, Sukajadi, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. ”Tujuh aksi diperiksa untuk 3 tersangka, yakni VS (Victor Sitorus), SHT (Suryadi Halim alias Tando)," dan DH (Didiet Hadianto)," kata Ali saat dimintai konfirmasi, Jumat (20/3/2020).

Berikut 7 orang yang jadi terperiksa itu:

1. Sulyadi, Direktur PT Surya Pratama Yudha

2. Amat Alias Acai, Suplier PT Arta Niaga Nusantara (tahun 2015) / Wiraswasta

3. Idrus Maarif, Swasta (Supplier pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu – Siak Kecil di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013 s/d 2015

4. Ramadhan, Polri (Babinkamtibmas Polsek Siak Kecil) / Supplier pada Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil (Multi Years) di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013 s.d. 2015

5. Jonnya, Swasta – Suplier

6. Adhe Adriance, Wiraswasta CV Wahyu Rintiyani Abadi

7. Sopiyan, Direktur PT Alas Watu Emas.

KPK telah menetapkan Amril bersama Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias AAN sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi peningkatan Jalan Batupanjang-Pangkalannyirih di Kabupaten Bengkalis pada 16 Mei 2019.

Sebelumnya, KPK telah memproses dua orang sebagai tersangka dan mendakwa ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, yaitu Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar.

Pertama, dalam dugaan korupsi pada proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang - Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015 dan kedua dugaan suap terkait proyek Multi Years pembangunan Jalan Duri - Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Dalam dua perkara tersebut, KPK menetapkan dua orang tersangka. Pada perkara pertama, Makmur ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek peningkatan Jalan Batupanjang-Pangkalannyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

Tersangka Makmur diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batupanjang-Pangkalannyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp 105,88 miliar di mana tersangka Makmur diduga diperkaya Rp 60,5 miliar. Sedangkan pada perkara kedua, KPK menetapkan Amril dalam kasus suap atau gratifikasi terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri - Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Tersangka Amril sebagai Bupati Bengkalis diduga menerima suap atau gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan terkait proyek tahun jamak Jalan Duri - Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Pada Jumat (17/1/2020), KPK kembali mengumumkan 10 tersangka baru dalam pengembangan kasus proyek jalan di Kabupaten Bengkalis tersebut. Pertama, pada proyek peningkatan proyek peningkatan Jalan Lingkar Bukitbatu-Siak Kecil Multi Years di Kabupaten Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekira Rp 156 miliar.

KPK menetapkan tiga tersangka, yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) atau Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir serta dua orang kontraktor Handoko Setiono dan Melia Boentaran.

Kemudian kedua, terkait proyek peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis multiyears Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekira Rp 126 miliar. Adapun yang menjadi tersangka M Nasir, Tirtha Adhi Kazmi selaku PPTK serta empat kontraktor masing-masing I Ketut Surbawa Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, dan Firjan Taufa.

Selanjutnya ketiga, proyek pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri Multi Years Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekira Rp 152 miliar. KPK menetapkan M Nasir dan Victor Sitorus selaku kontraktor.

Terakhir, proyek pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri (multiyears) Tahun Anggaran 2013-2015 dengan nilai kerugian sekira Rp 41 miliar. M Nasir dan Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor ditetapkan sebagai tersangka dalam proyek tersebut. ***

Berita ini telah terbit di tribunnews.com dengan judul ”Kasus Korupsi Jalan di Bengkalis, KPK Periksa 7 Saksi di Brimob Polda Riau”

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Hukrim, Bengkalis
Loading...
www www