PotretNews.com Minggu 29 Maret 2020
Home >  Berita >  Meranti

Anak 11 Bulan Desa Sungaitohor Meranti Jadi Korban Pertama Demam Berdarah di Riau Tahun 2020

Anak 11 Bulan Desa Sungaitohor Meranti Jadi Korban Pertama Demam Berdarah di Riau Tahun 2020

Ilustrasi. (INTERNET)

Sabtu, 01 Februari 2020 08:15 WIB

KEPULAUAN MERANTI, POTRETNEWS.com — Serangan demam berdarah dengue (DBD) telah memakan korban jiwa di Provinsi Riau. Seorang balita berusia 11 bulan di Kabupaten Kepulauan Meranti meninggal dunia karena penyakit berbahaya tersebut.

Kasus DBD yang memakan korban ini menjadi yang pertama sepanjang Januari tahun 2020. Sedangkan tahun 2019 lalu juga satu korban akibat virus yang dibawa nyamuk aedes aegypti itu.

Aqila, anak perempuan dari pasangan Adi Saputra ini menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (30/1/2020) sekira pukul 15:30 WIB setelah dirawat intensif di ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSUD Kepulauan Meranti.

Direktur RSUD Kepulauan Meranti, dr Hj Ria Sari membenarkan jika ada pasien DBD yang meninggal dunia. ”Info adanya pasien meninggal dunia akibat DBD itu benar," kata Ria.

Sementara, Kasi Yanmed RSUD Kepulauan Meranti, dr Aisyah Bee mengaku belum bisa memberi keterangan lebih lanjut terkait kematian warga Desa Sungaitohor itu.

”Untuk keterangan lebih jelas, sebaiknya kita ketemu di RSUD saja biar lebih jelas keterangan yang akan saya sampaikan, karena saya sendiri juga belum melihat langsung rekam medis pasiennya,” kata Aisyah Bee yang mengaku saat ini sedang berdinas di Kota Dumai.

Ketua Karang Taruna Kepulauan Meranti, Rayan Pribadi SH menceritakan kondisi sang bayi sudah mengalami demam selama tiga hari. Kemudian orang tua membawa bayi Aqila ke orang pintar untuk dicari tahu penyebab penyakitnya.

Tidak mendapatkan petunjuk Aqila lalu dibawa ke Puskesmas Sungaitohor untuk dilakukan penanganan. ”Tiba di puskesmas, dokter tidak berani mengambil tindakan untuk memasang infus karena pembuluh darahnya tidak ketemu. Akhirnya dokter memberikan rujukan untuk dibawa ke RSUD,” kata Rayan.

Dengan menggunakan kapal feri, bayi Aqila yang tiba di Selatpanjang pukul12:00 WIB langsung dibawa ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan insentif dari dokter anak. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter mengatakan jika Aqila mengalami dehidrasi.

”Setelah darahnya dicek di labor, dokter mengatakan jika anak ini terkena DBD dan ditemukan bahwa virusnya sudah mencapai ke otak,” ungkap Rayan.

Camat Tebingtinggi ini mengatakan jika orang tua bayi menganggap anaknya hanya mengalami demam biasa.

”Kalau menurut keluarga, selama tiga hari itu panasnya turun naik. Dia ke Selatpanjang itu hanya untuk berobat dan tidak menyangka anaknya menghembuskan nafas terakhir pada sore tadi,” ungkap Rayan.

Jenazah Aqila langsung dibawa ke kampung halamannya di Desa Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur. Proses pemulangan jenazah dibantu oleh organisasi sosial, Mitra VJ, namun speedboat difasilitasi langsung oleh Bagian Kesra Setdakab Kepulauan Meranti.

”Jenazah dibawa ke Sungai Tohor melalui Pelabuhan Dorak pada pukul 18:00 WIB yang dibantu oleh Mitra VJ dan Kabag Kesra Eri Gading memfasilitasi speedboat. Sementara itu Karang Taruna membantu administrasi dan biaya ringan agar tidak memberatkan keluarga,” ujar Rayan. ***

Berita ini telah terbit di tribunnews.com dengan judul ”Balita di Meranti Riau Meninggal Diduga DBD, Korban Pertama di Tahun 2020”

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Meranti, Peristiwa
Loading...
www www