PotretNews.com Jum'at 17 Januari 2020
Home >  Berita >  Kampar

Warga Buluhcina Kampar Terpaksa Panen Sawit di Tengah Banjir lantaran Beras dan Minyak Sudah Hampir Habis

Warga Buluhcina Kampar Terpaksa Panen Sawit di Tengah Banjir lantaran Beras dan Minyak Sudah Hampir Habis
Sabtu, 21 Desember 2019 08:20 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Sudah lebih dari sepekan, Husin (52) tidak bisa bekerja akibat banjir yang juga merendam rumahnya di Buluhcina Kabupaten Siakhulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Kebutuhan pokok yang mulai menipis, membuat dirinya terpaksa panen kelapa sawit di tengah banjir.

”Beras, minyak sudah mau habis. Uang juga sudah tak ada. Jadi saya usakan juga untuk panen sawit yang dilanda banjir," ujar Husin, Jumat (20/12/2019).

Sejak Pertengahan November dia panen sawit menggunakan alat dodos, dengan membawa sebuah perahu berukuran besar. Namun, panen cukup sulit dilakukan serta beresiko karena ketinggian air di kebun mencapai sekitar satu setengah meter. ”Ketinggian air setinggi dada. Jadi buah yang didodos langsung diarahkan ke dalam perahu," kata Husin.

Kebun sawit yang dimilikinya seluas satu hektar. Akan tetapi, tak semua hasil kebun bisa dipanen, karena beberapa pohon sawit sudah tenggelam genangan banjir.

”Sebagian ada yang tenggelam dan buahnya sudah busuk," sebutnya. Dari panen yang dilakukan sejak pagi hingga siang, Husin mendapat hasil hanya sekitar 500 kilogram, setelah ditimbang.

”Biasanya dapat satu ton. Tapi karena banjir cuma dapat 500 kilo. Alhamdulillah, masih ada rezeki untuk beli beras," ucap Husin bersyukur.

Dia mengatakan, pohon sawit yang sudah berbuah jika terendam banjir harus menunggu lama untuk bisa berbuah kembali. ”Buahnya itu kan membusuk kalau sudah terendam air. Jadi menunggu enam bulan lagi baru berbuah," sebut Husin.

Sebagaimana diketahui, memasuki hari kesembilan, banjir mengepung ratusan rumah warga Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Banjir yang terjadi sejak Kamis (12/12/2019) lalu, dipicu akibat luapan air Sungai Kampar.

Sebab, lima pintu waduk PLTA Kotopanjang yang ada di hulu sungai dibuka dengan ketinggian satu meter lebih. Sehingga, luapan sungai berdampak ke permukiman warga di sepanjang bantaran Sungai Kampar.

Selain di Kabupaten Kampar, banjir juga melanda ribuan rumah warga di Kabupaten Rokan Hulu, Pelalawan, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Kabupaten Kuantan Singingi. ***

Berita ini telah terbit di kompas.com dengan judul "Warga Kampar, Riau Terpaksa Panen Sawit di Tengah Banjir Halaman"

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Kampar, Peristiwa
Loading...
www www