PotretNews.com Sabtu 15 Agustus 2020
Home >  Berita >  Siak

Tak Mau Kecolongan, Polisi di Siak Antisipasi Dini Karhutla dengan Patroli hingga ke Kampung

Tak Mau Kecolongan, Polisi di Siak Antisipasi Dini Karhutla dengan Patroli hingga ke Kampung

Kapolres Siak AKBP Doddy saat menengok simulasi penanganan terjadinya karhutla di halaman Mapolsek Kotogasib.

Kamis, 05 Desember 2019 15:53 WIB
Sahril Ramadana
SIAK, POTRETNEWS.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa tahun terakhir, menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh pemerintah daerah di Provinsi Riau.
Pasalnya, beberapa tahun terakhir, langit di Riau selalu diselimuti kabut asap imbas dari kKarhutla.

Di Kabupaten Siak sendiri, lebih kurang seluas 785,7 hektar hutan dan lahan hangus terbakar dalam enam bulan terkahir. Tak mau kecolongan, Kepolisian Resort (Polres) Siak dan pemerintah daerah setempat sejak dini mulai melakukan antisipasi dengan membentuk satuan tugas (satgas), masyarakat peduli api hingga pengecekan hot spot setiap harinya.

”Semua yang dilakukan itu agar tahun 2020 mendatang, Provinsi Riau khusunya di Kabupaten Siak bebas dari api. Sebab, menurut info yang kita terima, kemarau panjang di Riau lebih cepat terjadi tahun depan banding tahun ini," kata Kapolres Siak, AKBP Doddy F Sanjaya kepada potretnews.com, di Siak, Kamis (5/12/2019).

Tidak hanya itu, kata Doddy, pihaknya bersama pemerintah daerah sejak dini juga mengadakan pelatihan untuk semua elemen tadi, agar jika pun terjadi karhutla, bisa cepat teratasi. "Misalnya, pelatihan mengecek hot spot setiap hari yang akan dilakukan oleh bhabinkamtibmas. Ini, tugas khusus yang diberikan kepada bhabin. Nanti, setiap bhabin yang bertugas di kampung, punya tim lakukan pengecekan di mana wilayah yang rawan titik api," ujarnya.

Menurut Doddy, permasalahan Karhutla ini merupakan tanggungjawab bersama. Maka itu, ia ingin semua pihak dapat mencari solusi dan jalan keluar agar kasus itu tak terjadi lagi.

”Semua pihak harus terus berupaya agar itu terwujud. Walau kita sama-sama tahu, tak gampang melawan alam," katanya. Dia juga mengimbau kepada seluruh perusahan khususnya kelapa sawit, agar sumber daya manusia dan peralatan yang dimiliki lebih maksimal lagi.

Serta, Doddy meminta agar setiap lahan milik perusahaan wajib ada bendungan, embung serta kanal-kanal, agar ada ketersediaan air. ***

       
        Loading...    
           
Kategori : Siak, Hukrim, Lingkungan
Loading...
www www