PotretNews.com Sabtu 19 Oktober 2019

Petugas Kementerian LHK yang Sedang Menyita Alat Berat Dihadang Warga di Rokan Hulu

Petugas Kementerian LHK yang Sedang Menyita Alat Berat Dihadang Warga di Rokan Hulu

Dua unit alat berat yang disita petugas KLHK Riau di Rokan Hulu (Rohul), Riau. (foto: istimewa)

Senin, 22 Oktober 2018 16:49 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Tim Satgas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) Riau dihadang sekelompok orang tak dikenal. Ini terjadi usai mereka menyita dua unit alat berat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.Kepala Seksi Wilayah II Gakkum KLHK Riau Eduward Hutapea mengatakan, peristiwa terjadi ketika petugas menyita alat berat yang diduga digunakan untuk menggarap hutan lindung di wilayah Rohul. Penyitaan dilakukan Sabtu (20/10) sore.

"Saat itu tim Satgas kami melakukan penyitaan dua unit alat berat jenis eskavator. Namun dalam perjalanan, petugas dihadang sekelompok orang di simpang TB Tandun, Rohul," ujar Eduward, Senin (22/10/2018), dilansir potretnews.com dari jawapos.com.

Penghadangan diperkirakan dilakukan sekitar 35 pria. Mereka berbuat anakris dengan cara merampas sebuah kunci mobil dan membuat keributan dengan petugas. Bahkan beberapa di antaranya membawa senjata tajam.

Ads
"Anggota berupaya membela diri. Sehingga sekelompok orang itu melarikan diri. Ada satu orang yang kami amankan di Gakkum. Saat ini masih dimintai keterangan," kata Eduward.

Meski sudah diamankan, namun petugas belum dapat mengetahui secara pasti motif penghadangan tersebut. Sementara untuk penyitaan alat berat tetap dilakukan dan dibawa ke Kantor Gakkum KLHK Riau di Pekanbaru.

Alasan disitanya dua alat berat karena diduga telah melakukan penggarapan di kawasan hutan lindung. "Alat berat ini digunakan untuk melakukan alih fungsi hutan menjadi kebun sawit. Saya kira lahan ini milik perorangan. Tapi masih kami dalami. Sementara tersangka belum kami temukan," tandas Eduward. ***

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Hukrim, Rohul
       
        Loading...    
           
wwwwww