Anggota DPRD Langkat Ibrahim Hongkong Terlibat Jaringan Narkoba Internasional dan Pengendali di Tiga Provinsi

Anggota DPRD Langkat Ibrahim Hongkong Terlibat Jaringan Narkoba Internasional dan Pengendali di Tiga Provinsi

Ibrahim Hongkong, Anggota DPRD Langkat dikawal ketat aparat BNN.

Rabu, 22 Agustus 2018 14:12 WIB
MEDAN, POTRETNEWS.com - Maraknya peredaran narkotika di wilayah Aceh, Sumut dan kepulauan Riau, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengaku kesulitan dikarenakan Indonesia urutan kedua di dunia yang memiliki garis pantai terluas. Namun, BNN tetap serius dalam memberantas narkoba jaringan internasional. Hal tersebut langsung disampaikan oleh Deputi pemberantas BNN pusat, Irjen Arman Depari.

Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara yang pantainya terluas di dunia dengan urutan kedua setelah Kanada.

"Namun dengan begitu, kami akan terus berantas peredaran narkoba baik melalui jalur tikus, anak tikus dan saudara tikus. Tidak ada pandang bulu, semua diberantas," kata Arman Depari saat paparan pengungkapan sabu di dermaga Bea cukai Sumut, Selasa (21/8/2018).

Dilansir potretnews.com dari tribunnews.com, pada paparan yang disampaikan langsung Arman pada Selasa Kemarin, pihaknya (BNN Sumut) berhasil gagalkan peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Namun pada peredaran tersebut, memberikan nuansa berbeda yakni keterlibatan Anggota DPRD Kabupaten Langkat yang bernama Ibrahim.

Katanya, Ibrahim merupakan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional Malaysia-Indonesia yang mengendalikan barang untuk beberapa wilayah seperti, Aceh, Kepulauan Riau dan Sumut.

Ia diamankan bersama ke enam temannya saat melaksanakan sosialisasi pencalonan berikutnya untuk periode 2019-2024 di Pangkalanbrandan pada Ahad (19/8/2018) lalu.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, telah mengamankan tujuh warga Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang diduga terlibat dalam peredaran sabu-sabu jaringan internasional, Malaysia-Indonesia.

Data yang dihimpun media, ada tujuh pelaku peredaran narkoba yakni, Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong, (45) Anggota DPRD Kabupaten Langkat Fraksi Nasdem, alamat Dusun II Bakti Desa Paya Tampak Pangkalan Susu Kabupaten Langkat.

Uun Sasmita, (43) Kepala Dusun, Dusun II Desa Paya Tampak Pangkalan Susu. Henri (45) Kepala Kantor Pos Pangkalansusu, Lorong Abdi Desa Sei Siur Pangkalansusu.

Hamzah (47) berprofesi Supir, Desa Paya Tampak Pangkalan Susu. Yanik (40) Wiraswasta, Desa Pintuair Pangkalansusu. Ibrahim Jampok (45) Wiraswasta, Desa Paya Tampak Pangkalan Susu. Ian (40) Wiraswasta, Desa Pintuair Pangkalansusu.

Sebelumnya saat dikonfirmasi Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari membenarkan adanya penangkapan tujuh warga Kabupaten Langkat terkait penyeludupan sabu asal Malaysia.

Kepala Deputi bagian Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Arman Depari mengatakan, dari banyak hasil tangkapan kali ini ada yang spesial.

"Kami berhasil amankan salah seorang yang bekerja sebagai wakil rakyat atau DPRD Kabupaten Langkat. Ia kami bekuk saat melaksanakan sosialisasi untuk pencalonan dirinya periode 2019-2024," ujarnya saat memberikan paparan pengungkapan kasus di Dermaga Beacukai, Belawan, Sumatera Utara, Selasa (21/8/2018).

Dengan menggunakan baju kaos tahanan BNN berwarna biru, Ibrahim menunduk saat disuruh maju ke depan meja.

Pria bertubuh gempal dengan borgol terbuat dari plastik (kabel T), ia tak berucap sepatah katapun saat ditanyai awak media. "Ia mengaku dua kali beraksi, namun untuk berapa lama ia tak mau menjawab. Seperti ini tak pantas menjadi perwakilan rakyat," ucap Arman.

Barang yang berhasil diamankan BNN pusat yakni, sabu seberat 105 kg, 30 ribu pil ekstasi berwarna biru dengan gambar mahkota di dalam pil, belasan hp, dua buku tabungan, KTA (anggota dewan), SIM dan beberapa identitas lainnya. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww