PotretNews.com Minggu 22 Juli 2018
Home > Berita > Siak

Bupati Syamsuar Berharap Kelak Ada Anak Siak yang Hebat seperti Naufal Raziq, Bocah Aceh Si Penemu Energi Listrik dari Pohon Kedondong

Bupati Syamsuar Berharap Kelak Ada Anak Siak yang Hebat seperti Naufal Raziq, Bocah Aceh Si Penemu Energi Listrik dari Pohon Kedondong

Salah seorang finalis Olimpiade Sains Kuark, foto bersama dengan Bupati Siak H Syamsuar. (foto: istimewa)

Minggu, 11 Juni 2017 13:55 WIB
Sahril Ramadana
SIAK, POTRETNEWS.com - Dua murid Sekolah Dasar (SD) Sains Tahfiz Islamic Center (STIC) Madinatul Ulum Kabupaten Siak Provinsi Riau, masuk babak final Olimpiade Sains Kuark (OSK) yang berlangsung selama dua hari (Sabtu dan Minggu), dari tanggal 10-11 Juni 2017.Dua murid itu yakni, Muhammad Fatih Arroyan (kelas 2) untuk level 1 dan Fazila Nisa (kelas 3) untuk level 2, mereka juga didampingi guru pembimbing Anisa Fitri Nurhalida dan orang tua masing-masing, saat berada di Jakarta.

Anisa mengatakan, OSK adalah olimpiade bidang sains/IPA tingkat SD, merupakan acara tahunan yang digelar oleh PT Kuark Internasional di Jakarta.

”Ada tiga tahapan yang harus dilalui bagi peserta, tahap penyisihan diikuti sebanyak 93 ribu peserta dari seluruh Indonesia. Tahap semifinal menyisakan 45 ribu orang dan tahap final yang diundang ke Jakarta sekitar 300 orang yang memiliki nilai tertinggi," terangnya, Ahad (11/6/2017).

Ads
Mengenai olimpiade kata Anisa, SD STIC Madinatul Ulum Siak sudah empat kali jadi finalis. Kesuksesan itu tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan kepada murid-murid setiap minggunya dalam jadwal ekstrakurikuler.

Menurut Nisa, OSK dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk mendorong anak- anak meraih kualitas yang lebih baik. bukan soal kalah dan menang, melainkan tentang menikmati proses belajar, sekaligus bisa memotivasi anak-anak yang lain.

"OSK terbuka untuk seluruh siswa SD, karena itu OSK memberikan kesempatan kepada para siswa untuk merasakan kompetisi tanpa harus terkendala nilai rapor atau peringkat kelas," ujarnya.

Kompetisi tersebut dibagi menjadi tiga level, level satu khusus untuk siswa SD kelas 1 dan 2. Level dua bagi siswa kelas 3 dan 4. Sementara untuk level tiga, untuk siswa kelas 5 dan 6. Jadi, hanya 100 anak dengan raihan nilai tertinggi pada masing-masing level yang masuk babak final olimpiade.

Terpisah, Bupati Siak H Syamsuar berharap melalui kompetisi tersebut anak-anak akan lebih mencintai sains. Bahkan ia selalu mendukung, agar anak-anak Siak selalu mengikuti kompetisi, baik dibidang pendidikan maupun olahraga.

"Tentunya saya mendukung dan bangga jika ada anak-anak kita bisa bersaing ditingkat nasional," kata bupati, saat bertemu dengan siswa dan guru pendamping SD STIC Madinatul Ulum Siak, belum lama ini.

Bahkan H Syamsuar terobsesi ingin meningkatkan mutu pendidikan di Daerah Kabupaten Siak menjadi yang terbaik, sehingga bisa sejajar dengan sekolah favorit baik di Provinsi Riau maupuan di tingkat nasional.

"Saya ingin anak Siak menjadi generasi muda yang hebat, bisa membuat dan menciptakan hal baru yang bisa bermanfaat, seperti anak dari Aceh (Naufal Raziq) yang menemukan energi listrik dari pohon kedondong,"ungkapnya.

Bupati juga sangat optimistis apabila anak-anak Siak selalu mengikuti kompetisi sains tersebut, mutu pembelajaran sains bisa meningkat secara signifikan.

Apalagi, pihak penyelenggara telah menerbitkan komik sains dalam bentuk majalah bagi siswa SD. Majalah tersebut dibuat dalam tiga level, dan secara menarik sesuai dengan kurikulum, untuk memudahkan siswa belajar sains secara asyik dan menyenangkan.

Sementara, salah seorang peserta bernama Fazila Nisa sejak babak penyisihan, memang telah bertekad dan berusaha keras untuk menjadi yang terbaik. Dari kompetisi inilah, Nisa belajar banyak hal, berusaha dan giat untuk mewujudkan keinginannya.

Diceritakan Nisa, seluruh finalis diajak untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon. Dia pun berpesan agar masyarakat Siak selalu menjaga lingkungan. Ini merupakan wujud aplikasi sains di kehidupan sehari-hari.

Sekadar diketahui, Olimpiade Sains Kuark (OSK) Tingkat SD adalah kompetisi sains yang terbuka bagi setiap siswa tingkat Sekolah Dasar (SD/MI) yang dilaksanakan serentak secara Nasional, dengan 3 tingkatan, yaitu :

Level 1 : untuk siswa kelas 1 - 2
Level 2 : untuk siswa kelas 3 - 4
Level 3 : untuk siswa kelas 5 - 6

Tujuan Olimpiade Sains Kuark adalah:

Memberikan kesempatan kepada setiap siswa Sekolah Dasar di Indonesia untuk berkompetisi di bidang sains berskala nasional
Memotivasi anak-anak, orang tua, guru dan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains
Membangun kecintaan terhadap sains sejak dini
Membentuk pola pikir kritis, sistematis dan analitis melalui model soal theoritical thinking, critical thinking dan analytical thinking.
Membangun nilai pembelajar seumur hidup, tekun dan pantang menyerah
Olimpiade Sains Kuark diselenggarakan dalam tiga tahapan, yaitu :

Babak Penyisihan : di daerah
Babak Semifinal : di daerah
Babak Final : secara terpusat
Penilaian akan dilakukan secara terpadu dan menganut sistem gugur. ***

loading...
Kategori : Siak, Riau, Umum, Peristiwa
PMB Unilak 2018/2019
wwwwww