PotretNews.com Senin 15 Oktober 2018
Home > Berita > Riau

Ketika Direktur RSUD Tengku Rafi’an Siak ”Ngeles” Menanggapi Keluh Kesah Netizen soal Buruknya Layanan Rumah Sakit di Facebook Bupati Syamsuar

Ketika Direktur RSUD Tengku Rafi’an Siak ”Ngeles” Menanggapi Keluh Kesah <i>Netizen</i> soal Buruknya Layanan Rumah Sakit di <i>Facebook</i> Bupati Syamsuar

Screenshot keluh kesah netizen soal buruknya layanan RSUD Tengku Rafi'an Siak di Facebook Bupati Syamsuar.

Senin, 22 Mei 2017 22:31 WIB
Sahril Ramadana
SIAK, POTRETNEWS.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi'an Kabupaten Siak, Provinsi Riau dr Benny Chairuddin menampik ”kicauan” seorang netizen bernama Mia Miaty di Facebook Bupati Siak dengan nama akun Drs. H. Syamsuar, MSi, mengenai buruknya layanan rumah sakit terhadap pasien.Benny mengatakan, pihak rumah sakit bukan tidak mau merespons terkait komentar Facebook itu. Namun karena keluarganya masih dalam kondisi berduka, dia tak ingin menambah beban keluarga korban. Dia juga mengaku, terkait insiden itu memang sudah terdengar olehnya.

"Bukan kita diamkan, ibu itu dan keluarganya kan sedang berduka, takutnya kalau kita bicara di medsos, saya tidak yakin bisa di-filter nanti, malah jadi ke mana-mana percakapannya. Sebab versi yang disampaikan ibu itu tidak sama dengan pihak rumah sakit," kata Benny, kepada potretnews.com dan awak media lainnya, Senin (22/5/2017).

Dia juga menjelaskan informasi yang iya terima dari pegawai RSUD. Bahwa, saat pasien itu hadir (ibu itu dengan anaknya) pihak rumah sakit langsung menganalisa keadaan si pasien dan memang dugaan sementara pasien tidak terluka parah.

Ads
"Saat diperiksa sementara memang kondisi pasien tidak parah, namun setelah setengah jam baru ada tanda-tanda bahwa ada luka serius. Dalam medis ada istilah lusic interval bahwa dalam kejadian korban kecelakaan akan bisa kita ketahui luka dalam itu parah atau tidak, setelah beberapa jam bahkan bisa hingga 3 hari," jelas Benny.

Kendati demikian, dia tidak menampik soal rusaknya alat CT scan yang ada di RSUD, hal ini terjadi dikarenakan minimnya anggaran untuk memperbaikinya, bahkan untuk itu pihaknya harus merogoh APBD Siak hingga Rp1,5 milliar.

"Alat itu memang rusak. Kita juga sudah mengetahui sejak lama alat tersebut harus diperbaiki. Namun untuk memperbaiki alat itu membutuhkan dana besar hingga Rp1,5 milliar," terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Kabupaten Siak itu.

Mengenai hal itu, sejatinya menjadi ”cambuk” bagi Bupati Siak H Syamsuar. Pasalnya seperti diberitakan potretnews.com sebelumnya, pada 20 Mei 2017 kemarin bertempat di Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur, Bupati Siak itu sangat bahagia telah memperoleh penghargaan dari Menpan & RB Asman Abnur, terkait masuknya daerah Siak dalam Top 99 iIovasi Pelayanan Publik tahun 2017. Bahkan, ini kali ketiga Siak meraih penghargaan tersebut.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/22052017/potretnewscom_csstr_900.jpg
Bupati Siak H Syamsuar (kanan) semringah menerima penghargaan dari Menpan & RB Asman Abnur.

"Alhamdulillah, tiga tahun berturut-turut Kabupaten Siak mewakili Provinsi Riau, menerima anugerah Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kemenpan & RB," ungkap H Syamsuar.

Dia juga mengatakan, tahun 2015 lalu Pemkab Siak juga menerima penghargaan mengenai pelayanan publik di bidang System Perizinan Online Tracking System (SPOTS). Sementara di tahun 2016, daerah yang iya pimpin saat ini juga meraih penghargaan dalam katagori pelayanan publik dalam bidang respon cepat perbaikan jalan rusak.

Begini keluh kesah Mia Miaty ke akun Facebook Drs. H. Syamsuar, M.Si, yang menghebohkan masyarakat Kabupaten Siak.

Asalammualaikum..
Bapak bupati yg terhormat,semenjak bapak berjabat di siak,kota siak ini indah dari hari ke hari bapak..
begitu bayak tempat bergembira,tempat gelak ketawa,tempat bersenang..
Sayo bersyukur memilih bapak waktu itu..
Bapak bupati yg terhormat,sayo nak berkeluh kesah kpda bapak..
Sayo seorang ibu yg baru kehilangan anak satu satu nyo sayo,. yg menigal hari rabu tgl 10,kemarin,..
Sebagai manusio yg beriman kpdo Allah,sayo tau ini takdir dari Allah..
Tapi sisi manusio sayo sbgai seorg ibu ado sesal sayo bapak..
Jln tengku buang asmara ini sebelum kejadian kecelakaan Ank sayo sampai sekarang setiap malam gelap kobot pak..,di tambah lagi batang dahan rimbun kebawah,sehingga bayak pasangan muda mudi yg berkasih sayang di jalan, Anak sayo meninggal disebabkan terjadi nyo kecelakaan jam 8 malam ,di jalan tengku buang asmara ini pak,ado pasangan muda mudi bejalan di kegelapan, Sempat dibawa ke RSUD ,setelah di perikso samo dokter malam itu,dokter itu bercakap anak sayo tidak terlalu parah,memang ado luko di kepalo ,nanti kito ronsen buk,tapi tunggu anak ibu tenang dulu ,baru bisa kita rawat, "itu kato Bpk dokter yg sampai skrg masih terngiang di telingo sayo,..
Padahal ,sayo baru dapat cerito samo org yg melihat kejadian anak sayo tu dh muntah darah saat kejadian,
Tak habis heran sayo pak, bisa pulak seorang dokter ,tidak tau mengenai itu dan mengatakan baik2 ojo??
Satu jam lebih menungu ,Ank sayo muntah darah,saat kepanikan kami pihak RSUD becakap "alat ronsen rusak buk,ibu harus ke pekan baru"
Sebelum tejadi muntah darah dokter bilang mau di ronsen,setelah muntah darah di bilang alat rusak, ya Allah pak bupati..
Mengapo pihak RSUD mempermainkan nyawo manusio sebegitu nyo..?
Dlm kepanikan kami lagi pak ,pihak RSUD meminta diselesaikan pembayaran ,padahal namo anak sayo ado di sistem komputer jamkesda,sampai di pekanbaru org ambulan meminta biaya 500 rb
Dalam kondisi jalan yg parah dari siak ke pekan baru anak sayo ajap di jalan pak ,berkali2 dio muntah darah..
Ya Allah pak..,hanyo karno alat ronsen RSUD rusak anak sayo harus melalui ajap macam itu..
Sayo tau pak ,menangis aei mato darah pun Ank sayo tak akan kembali lagi..
Tapi sayo bermohon kepado bapak, jika bapak bisa membuat begitu bayak tempat untuk bergembira,tolonglah bapak..,tempat org yg mendapatkan musibah lebih di perhatikan,peralatan nyo,sistem nyo,org 2 nyo..
Semoga sayo lah ibu ter,akhir yg meraso sesal ,kesal atas penyebab Ank sayo meninggal..
Sayo mohon maaf,kalau penyampaian keluh kesah sayo ini terlalu lancang kepada bapak..
Atas perhatian bapak sayo berterimakasih sebanyak banyak nyo.."

Namun demikian, belum ada tanggapan Syamsuar di akun Facebook-nya itu hingga sekarang.

Sedangkan Kabag Humas Setdakab Siak Wan Saiful Effendi ikut berkomentar pada postingan tersebut.

@Wan Saiful Effendi: Segera ditindaklanjuti Bu. Komentar ini langsung dibalas banyak akun lainnya, termasuk akun milik Anggota DPRD Siak @Sujarwo Dian: Harus segera di tindak lanjuti,karna ini menyangkut pelayanan terhadap rakyat,RSUD perlu di tangani dngn serius,terutama masalah manajement nya,sayo yakin pemerintah segera melakukan perbaikan dan DIRUT yang baru bisa agar kejadian2 seperti ini tdk slslu terjadi. ***

wwwwww