PotretNews.com Rabu 22 Agustus 2018
Home > Berita > Riau

Kesulitan Bawa Hewan Curian yang Masih Hidup, Pencuri Nekat Bantai Seekor Kerbau Beranak di Lokasi Tempatnya Beraksi di Dekat Kantor Camat Kotokampar Hulu

Kesulitan Bawa Hewan Curian yang Masih Hidup, Pencuri Nekat Bantai Seekor Kerbau Beranak di Lokasi Tempatnya Beraksi di Dekat Kantor Camat Kotokampar Hulu

Kerbau yang dibantai pencurinya di dekat lokasi pencurian.

Kamis, 13 April 2017 07:10 WIB
BANGKINANG, POTRETNEWS.com - Repot membawa hasil curian yang masih hidup, pencuri kerbau nekat membantai hasil curiannya di lokasi. Seperti yang terjadi di Desa Tanjung, Kecamatan Kotokampar Hulu, Rabu (12/4/2017).Kerbau yang dibantai pun tak tanggung-tanggung yaitu seekor kerbau yang sedang hamil tua. Peristiwa ini terjadi tidak jauh dari Kantor Camat Kotokampar Hulu, Kabupaten Kampar Provinsi Riau.

Berdasarkan laman GoRiau.com yang dilansir potretnews.com, Ketua Pemuda Desa Tanjung, Aduskiman, Rabu (12/4/2017) mengungkapkan, sisa daging kerbau ditemukan pertama kali oleh salah seorang anak ninik mamak di desa itu. Yang tersisa dari pembantaian kerbau ini hanyalah bagian isi perutnya. Setelah masyarakat membolak-balik bagian isi perut ini ternyata ada janin kerbau di dalamnya.

Bagian tubuh lain tidak ada ditemukan termasuk kaki dan kepala kerbau, semuanya disikat pencuri. "Ternyata setelah dicek, kerbau yang dibantai ini sedang beranak," ucap pria yang akrab disapa Idus ini.

Hingga Rabu (12/4/2017) siang belum diketahui kerbau ini milik siapa. "Kerbau ini belum jelas punya siapa, mungkin sore nanti baru tahu saat mereka mau memasukkan kerbau ke kandang," tuturnya.

Lebih lanjut Adus mengatakan, kejadian pencurian kerbau dengan cara dibantai di tempat ini merupakan yang kedua kali sejak 3 bulan terakhir. Peristiwa pertama terjadi di seberang perkampungan Desa Tanjung dengan jumlah dua ekor kerbau.

Atas peristiwa ini, masyarakat telah melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Tanjung. Ia berharap polisi mengusut setiap pencurian ini karena telah membuat resah pemilik ternak dan merugikan peternak. ***

Editor:
Farid Mansyur

Ads
Tour de Siak 2018
wwwwww