PotretNews.com Selasa 21 Agustus 2018
Home > Berita > Siak

Ternyata, Perda Kearsipan Pemkab Siak Bertujuan untuk Selamatkan 607.000 Lembar Surat Penting Istana yang Usianya Sudah Ratusan Tahun

Ternyata, Perda Kearsipan Pemkab Siak Bertujuan untuk Selamatkan 607.000 Lembar Surat Penting Istana yang Usianya Sudah Ratusan Tahun

Salah satu lembar surat penting sejarah Istana Siak. (foto: internet)

Jum'at, 07 April 2017 00:25 WIB
Sahril Ramadana
SIAK,POTRETNEWS.com  - Dalam upaya penyelamatan surat berharga serta dokumen penting peninggalan milik Kerajaan Siak, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak, Provinsi Riau telah melakukan restorasi (mengembalikan atau memulihkan kepada keadaan semula, red) sebanyak 607.000 (enam ratus tujuh ribu) lembar, yang usianya sudah mencapai ratusan tahun.Tentunya, arsip kerajaan tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi, karena sudah ada dan dibuat sejak Kesultanan Siak pertama Sultan Abdul Jalil Syah Raja Pertama, atau dikenal dangan nama Raja Kecik, yang berkuasa pada tahun 1723-1746 M, sampai dengan Sultan Siak ke II yaitu Sultan Syarif Kasim.

Rabu (6/4/2017), Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak Wan Fazri Auli mengatakan, sejak tahun 2011 hingga 2016, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk merawat arsip tersebut, seperti, menyimpan baik di file, softcopy, hardcopy dan di dalam kertas.

Dia juga mengaku, dari total 607.000 lembar, yang sudah mengalami pemulihan sebanyak 34000 (tiga puluh empat ribu) lembar surat. Bahkan tahun 2017 ini, pihaknya telah menyelamatkan 1.500 (seribu lima ratus) lembar surat penting milik Kerajaan Siak Siak itu.

Ads
"Seluruhnya surat ini sangat berharga bagi Kabupaten Siak, apalagi usia penulisan surat, ada yang di tulis pada tahun 1819, 1826, 1828 serta tahun 1918. Nilai sejarahnya sangat tinggi," ujarnya.

Menurut Fazri, seluruhnya arsip kerajaan tersebut saat ini masih tahap penyelamatan, serta dalam proses uji ahli media. Jika sudah melewati tahap uji ahli, maka dokumen tersebut berbentuk Mikro File, kemudian baru didaftar di lembaga ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia).

"Kita tidak mau dikemudian hari dokumen penting yang sangat bersejarah ini hilang. Jika mengacu pada Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan pasal 6 ayat 1 mengamanatkan, bahwa penyelenggaraan kearsipan nasional merupakan tanggung jawab Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sebagai penyelenggara kearsipan nasional," jelasnya.

Di pasal lain juga menjelaskan, tentang ketentuan pidana setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan/atau memiliki arsip negara untuk kepentinggan pribadai atau orang lain, maka dapat dipidana paling lama 5 (lima) tahun, atau denda paling banyak Rp250 juta (Dua ratus lima puluh juta rupiah).

Saat ini lanjut Fazri, yang menjadi kendala bagi pihaknya ialah belum memiliki payung hukum yang kuat atau Perda (peraturan daerah) yang mengatur tentang kearsipan daerah. Namun pihaknya akan berupaya semaksimal mukin di tahun 2017 peraturan tersebut sudah siap, dan disahkan langsung oleh dewan Kabupaten Siak.

"Dengan adanya Perda Kearsipan, kita berharap dokumen bersejarah dapat disimpan, dan diarsipkan dibawah naungan lembaga Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak. Karena dinas tersebut lebih paham secara teknis bagai mana memelihara, serta merawat dokumen bersejarah dan dokumen negara," terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Preservasi Aqusisi dan Arsip Sarifah Suryani, juga bercerita singkat tentang sosok Sultan Siak. Dia menguraikan, sosok Sultan Siak yang sangat pintar. Itu terlihat dari tata bahasa dan kata-kata yang indah yang digunakan disetiap surat, serta memiliki tulisan yang indah. Sultan Siak sejatinya sagat hobby mengirim surat, baik kepada bawahan, keluarga dan juga kepada sahabatnya yang ada di luar negeri.

Sarifah juga mengaku, yang menjadi kendala oleh pihaknya adalah keterbatasan SDM dalam memilih surat tersebut. Karena di dalam dokumen kerajaan terdapat beberapa bahasa, seperti berbahasa Inggris, Belanda, Arab, Prancis, dan Belgia. Untuk mengatasi masalah tersebut, tahun 2017 ini pihaknya akan mendatangkan ahli bahasa.

"Terdapat banyaknya bahasa itu, karena sejarahnya pada masa Sultan Siak memimpin kerajaan memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan besar yang ada di luar negri. Untuk itu, dari total 607000 lembar jenis surat penting milik kerajaan, tahun 2017 ini sudah di scen sebanyak 34 Ribu lebih," jelasnya.

Sarifah juga mengakui, dari 34 ribu dokumen atau surat penting tersebut, pihaknya mendapat bantuan dari ANRI sebanyak 428 lembar surat yang telah di Restorasi. Tahapan restorasi ini sangat penting dilakukan, bahkan untuk menyelamatkan dokumen, harus mengunakan tisu jepang. Setelah ditempel tisu jepang tersebut ke dokumen lama, maka tulisan yang tidak tampak lagi akan menjadi jelas kembali. Bahkan dengan ditempelnya tisu itu dokumen dapat bertambah usiannya 100 tahun lagi.

Dia juga mengaku, saat ini minat masyarakat Kabupaten Siak masih rendah dalam membaca buku. Dan ini menjadi persoalan serius bagi pemerintah daerah.

"Memang minat baca masyarakat kita kurang. Jadi ini menjadi PR bagi kita bagaimana cara agar masyarakat Siak gemar membaca buku. Apalagi, kita memiliki segudang sejarah yang sejatinya harus diketahui oleh masyarakat tempatan," imbuhnya. ***

Tour de Siak 2018
wwwwww