PotretNews.com Sabtu 15 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Penyelundup Rokok dari Batam Tujuan Pulau Kijang Inhil Kena Batunya, Tertangkap setelah Sekian Kali Lolos akibat Kelengahan Petugas

Penyelundup Rokok dari Batam Tujuan Pulau Kijang Inhil Kena Batunya, Tertangkap setelah Sekian Kali Lolos akibat Kelengahan Petugas

Ekspose penyelundupan rokok HMild yang akan diselundupkan ke Jambi di Mako Lanal Batam, Rabu (5/4/2017).

Kamis, 06 April 2017 14:41 WIB
BATAM, POTRETNEWS.com - Penyelundupan rokok dari kawasan Free Trade Zone (FTZ) ternyata bukan kali ini saja terjadi. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV, berhasil menangkap empat orang penyelundup rokok tanpa cukai merk H-Mild. Hasil pemeriksaan, mereka sudah empat kali beraksi.”Mereka berangkat tengah malam karena melihat kelengahan petugas. Yang kita tangkap saat ini, sudah empat kali. Tiga kali sebelumnya mereka berhasil lolos. Jadi mereka ini memang sudah menjadi target Tim WFQR (Western Fleet Quick Response ),” ujar Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksma TNI S Irawan.

Irawan menjelaskan, penyelundupan ini selalu dengan tujuan Pulau Kijang, Indragiri Hilir, Riau. Di Pulau Kijang, nantinya para penyelundup ini memasuki pelabuhan tikus untuk selanjutnya disebarkan ke daerah terdekat, termasuk wilayah Jambi.

”Mereka ambil rokok langsung dari pabriknya, kemudian diangkut pakai lori ke Jembatan VI, ditransfer ke boat dan kemudian pada tengah malam berangkat ke Pulau Kijang,” katanya, dilansir potretnews.com dari batampos.co.id.

Dalam penangkapan pada Senin (3/4/2017) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB itu, Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, mengamankan seorang tekong yang berinisial J dan tiga orang anak buah kapal yang berinisial A, R, dan D.

“Pemiliknya orang Batam, Hariadi sudah kita panggil. Kita selidiki dulu, nanti kita koordinasikan dengan Bea Cukai dan Polda,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak yang hadir ke Lanal Batam sangat mengapresiasi kinerja Tim WFQR dalam mengungkap kasus penyelundupan rokok ini.

“Penyelundupan ini tentunya merugikan masyarakat, daerah dan negara tentunya. Sekarang harus kita temukan siapa sindikat penyelundupan ini,” ujarnya. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Ads
Kategori : Riau, Inhil, Umum, Hukrim
wwwwww