PotretNews.com Selasa 11 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Ada yang Menyarankan agar Bupati Inhil HM Wardan Dinobatkan sebagai Presiden Kelapa Dunia

Jum'at, 31 Maret 2017 08:26 WIB
Advertorial
ada-yang-menyarankan-agar-bupati-inhil-hm-wardan-dinobatkan-sebagai-presiden-kelapa-duniaBupati Indragiri Hilir HM Wardan.
TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Kepedulian dan keberpihakan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau HM Wardan, terhadap kelapa dan petani hingga daerah itu menjadi hamparan kelapa dunia, dinilai perlu diapresiasi.Belakangan, muncul wacana agar orang nomor satu daerah yang dijuluki Negeri Seribu Parit itu dinobatkan sebagai presiden kelapa dunia atau pilihan lainnya sebagai bapak penyelamat kelapa dunia.

Sebelumnya, masyarakat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), sudah menobatkan HM Wardan sebagai bapak pembangunan desa. Hal ini merujuk pada program prioritas Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ), lantaran pembangunan langsung menyentuh masyarakat.

Tak hanya itu, andalnya HM Wardan dalam mengangkat kesejahtraan petani hingga "tercongkel" marwah dan martabat, membuahkan asa salah seorang tokoh masyarakat GAS, Abdul Salam, agar HM Wardan dinobatkan sebagai ”Presiden Kelapa Dunia”.

Ads
Alasan Abdul Salam, sejak HM Wardan menjadi bupati Inhil harga kelapa per kilonya naik tajam. Jika sebelumnya Rp 500 sekarang menjasi Rp3.200 bahkan di beberapa tempat ada yang sudah berani mematok harga Rp 3.700.

Terkait kepedulian dan keberpihakan HM Wardan terhadap kelapa dan petani, Ketua Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo), Muhaimin Tallo, angkat bicara. Katanya, kelapa di Inhil sudah tumbuh lama ditanam oleh orang tua sebelumnya, sehingga mencapai 432 ribu hektar.

Namun, kata Muhaimin, kalau tidak ada pemimpin yang berpihak kepada petani kelapa maka hamparan kelapa itu akan hilang dan akan menjadi kenangan.

"Berkat perogram dan kegigihan Bupati Inhil sekarang yang berpihak kepada petani kelapa dan ini dapat kita rasakan saat ini. Sehingga kami lebih sepakat HM Wardan dinobatkan menjadi Bapak Penyelamat Kelapa Dunia dari Negeri Seribu Parit Bumi Hamparan Kelapa Dunia," saran Muhaimin.

Dia punya alibi sehingga HM Wardan dirasakan sangat layak dinobatkan sebagai Bapak Penyelamat Kelapa Dunia dari Negeri Seribu Parit Bumi Hamparan Kelapa Dunia. Alasannya, Wardan sangat serius mengurus kelapa sebagai mana programnya yang sudah berjalan dan sudah dinikmati oleh petani.

Penilaian itu ada empat poin. Pertama, harga kelapa yang dulunya selalu anjlok sekarang dapat dinikmati oleh petani kelapa, bahkan harga stabil.

Kedua, Program normalisasi parit dibuktikan dengan bantuan 16 unit eksavator. Ketiga, Program replanting dibuktikan dengan mendatangkan ahli palma dari Manado melahirkan bibit sri gemilang yang sudah sertifikasi.

Keempat, tidak setuju atas pelarangan ekspor kelapa sebagaimana dibuktikan dalam beberapa pertemuan bahkan di Gedung Nusantara V DPR/MPR RI bersama Perpekindo tahun lalu dan menolak ada pelarangan ekspor kelapa dan HM Wardan juga bersurat kepada Menteri Perdagangan RI. "Itulah dasar penilaian Perpekindo untuk dinobatkan sebagai Bapak Penyelamat Kelapa," ungkap Muhaimin.

Muhaimin juga menaruh harapan, Pak Wardan menambahkan program agar memberi pendampingan tenaga ahli atau penyuluh pertanian kelapa, di tempatkan disetiap desa dan membuat rumah kelapa. Rumah berbahan dasar pohon kelapa di tempatkan tengah-tengah kota Tembilahan.

"Semoga program yang berawal dari Pak Wardan sebagai Bupati Inhil , Negeri Seribu Parit dan Bumi Hamparan Kelapa Dunia, dapat diketoktularkan oleh kabupaten penghasil kelapa di nusantara," ujar Muhaimin, mendoakan. (adv/diskominfo/suf)

Kategori : Riau, Inhil, Umum, Pemerintahan
wwwwww