PotretNews.com Senin 24 September 2018
Home > Berita > Rohul

Pencuri Sarang Burung Walet di Rokan Hulu Meninggal Dunia Usai Dihakimi Massa

Pencuri Sarang Burung Walet di Rokan Hulu Meninggal Dunia Usai Dihakimi Massa

Ilustrasi/Sarang walet. (foto: internet)

Selasa, 28 Maret 2017 11:12 WIB
PASIRPENGARAIAN, POTRETNEWS.com - Dua orang pencuri sarang burung walet di Desa Kasangmungkal, Kecamatan Bonaidarussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, babak belur dihakimi massa. Salah satu pelaku tewas setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit umum daerah. Sedangkan seorang pelaku lainnya melarikan diri.Kapolsek Bonaidarussalam, Iptu Ali Amran, saat dikonfirmasi Senin (27/3) membenarkan kejadian tersebut. Dikatakannya, pelaku AS meninggal dunia karena dihajar massa.

"Pelaku ada 3 orang, satu menunggu di bawah inisial An (45), dan dua lagi AS (40) meninggal dunia serta Amr (45) mengalami luka-luka," ujar Iptu Ali, dilansir potretnews.com dari merdeka.com.

Dijelaskan Ali, ketiga pelaku melakukan pencurian sarang burung walet di gedung milik Suparman (42) di Desa Kasang Mungkal Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu Riau. AS dan Amr berperan sebagai eksekutor yang menyelinap gedung untuk mengambil walet, dan An menunggu di luar gedung untuk memantau situasi.

Ads
"Saat para pelaku beraksi, pemilik gedung walet bernama Suparman datang dan curiga mendengar burung walet berkicau. Biasanya kalau seperti itu, pasti ada orang. Kemudian pemilik gedung menelepon warga lainnya," kata Ali.

Melihat Suparman datang, pelaku An yang menunggu di luar langsung kabur dengan sepeda motornya. Warga datang beramai-ramai, dua pelaku lainnya terjebak di lantai 3 gedung tersebut dan turun ke lantai 2.

"Sebagian warga dan pemilik walet masuk ke gedung, warga lainnya menunggu di luar. Akhirnya, warga melihat pelaku sembunyi di lantai 2. Karena ketakutan, dua pelaku ini lompat ke luar gedung," imbuh Ali.

Melihat kedua pelaku berusaha kabur, puluhan warga yang sudah menunggu di luar langsung menghajar keduanya hingga babak belur. Pelaku AS paling parah.

AS langsung dilarikan ke puskesmas setempat oleh polisi yang datang ke lokasi. Namun nahas, tidak ada orang di Puskesmas. Kemudian, pelaku dilarikan ke klinik tak jauh dari lokasi. Tapi tim medis klinik angkat tangan karena tidak mampu merawat pelaku dalam kondisi tidak sadarkan diri dan babak belur.

"Pagi harinya kedua pelaku dibawa ke RSUD Pasir Pengarayan kemudian dirujuk ke RSUD Pekanbaru. Dan di sana lah pelaku AS meninggal dunia, sedangkan Amr masih bisa diselamatkan," ucap Ali.

Jenazah AS tiba di rumah duka di rumah orang tuanya Sabtu dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum, Desa Kepenuhan Timur, Kabupaten Rokan Hulu.

"Saat ini, petugas masih mengejar pelaku yang kabur saat kejadian. Pelaku itu yang juga membawa handphone milik dua temannya. Sedangkan pelaku Amr sudah kita tahan untuk proses hukum selanjutnya," pungkas Ali. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Rohul, Riau, Umum, Hukrim
Tour de Siak 2018
wwwwww