PotretNews.com Selasa 21 Agustus 2018

Sejak Muncul Isu Penculikan Anak, Pemulung Sampah di Duri Sering Dilempari Warga

Sejak Muncul Isu Penculikan Anak, Pemulung Sampah di Duri Sering Dilempari Warga

Ilustrasi.

Kamis, 23 Maret 2017 17:31 WIB
DURI, POTRETNEWS.com - Ternyata isu penculikan anak yang merebak di jejaring sosial media hingga ke pelosok desa di Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis sangat merugikan mereka yang hari-harinya menjalankan profesi sebagai pemulung sampah. Mereka kerap diusir warga hingga dilempari sendal atau botol supaya segera pergi.Hal itu diakui Maria, Kamis (23/3/2017) pagi di simpang Jalan Pertanian Duri saat sedang mengumpulkan sampah khususnya botol plastik yang masih bisa dijual kembali.

"Biasanya sampai sore pun kami masih mencari botol-botol bekas di lingkungan perumahan warga. Sudah seminggu ini tidak bisa lagi, terpaksa kami jalannya subuh sampai pagi saja sebelum jam 7. Tidak hanya dilempari botol oleh orang dewasa, bahkan anak-anak pun teriakin kami penculik anak," kata Maria, dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Tidak bisa bekerja maksimal seperti biasa, kata Maria, sangat merugikannya. Jumlah barang bekas yang didapat jauh menunurun dari sebelumnya. Semua itu berawal dari tuduhan yang beredar di media sosial tentang ciri-ciri pelaku pencurian anak yang disebutkan.

Ads
"Belum ada isu penculikan anak ini, kami sudah memulung sampah. Kadang saya juga membawa anak-anak untuk membantu, saat dia libur sekolah. Tetapi sekarang anak-anak saya larang ikut, karena takut nanti warga salah kaprah dan berfikir yang macam-macam," tuturnya lagi sedikit kecewa dengan aparat penegak hukum yang tidak tegas melakukan tindakan hukum kepada penyebar berita hoax tersebut.

Maria kecewa dengan isu tidak benar yang berkembang ditengah masyarakat, terlebih soal ciri-ciri pelaku penculikan anak tersebut lebih banyak mengarah kepada orang stres serta pemulung biasa membawa perlengkapan karung untuk menyimpan barang-barang.

"Yang jelas saja, kami ini kalau sampai di tempat yang baru selalu dapat ejekan, perlakuan buruk. Warga menilai kami bagian dari pelaku penculikan anak. Padahal kami hanya mencari pekerjaan yang halal," ujarnya. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Hukrim, Umum, Bengkalis, Riau
Tour de Siak 2018
wwwwww