PotretNews.com Senin 20 Agustus 2018

Bea Cukai Riau-Sumbar Sita Barang Ilegal Senilai Rp 54 Miliar, Rokok tanpa Cukai Komoditi Paling Banyak Menimbulkan Kerugian Negara

Bea Cukai Riau-Sumbar Sita Barang Ilegal Senilai Rp 54 Miliar, Rokok tanpa Cukai Komoditi Paling Banyak Menimbulkan Kerugian Negara

Ilustrasi.

Kamis, 23 Maret 2017 09:25 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Riau-Sumatera Barat menyita sejumlah barang yang diselundupkan secara ilegal senilai Rp54 miliar. Penyelundupan tersebut telah menekan kerugian negara hingga Rp9 miliar.Berdasarkan laman tempo.co yang dilansir potretnews.com, barang yang disita merupakan hasil 168 kali penindakan di wilayah Riau-Sumatera Barat. Peredaran rokok tanpa cukai terjadi sebanyak 64 kasus dan dinilai menjadi komoditi paling banyak menimbulkan kerugian negara yaitu sebesar Rp 7,2 miliar.

Disusul minuman keras sebanyak enam kasus dengan potensi kerugian negara Rp 1,1 miliar. Kemudian penyelundupan handphone dan aksesorisnya sebanyak tiga kasus dengan potensi kerugian Negara sebesar Rp 436 juta.

Hingga kini, sebanyak 49 kasus masih dalam tahapan penyelidikan, sedangkan satu kasus terkait penyelundupan bawang telah dinyatakan lengkap dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

Ads
Sebagian besar barang yang disita adalah barang yang ditinggal kabur oleh pemiliknya. Dalam modus penyelundupan, pelaku kerap kali menggunakan pola terputus sehingga petugas kesulitan dalam menetapkan tersangka. Kebanyakan barang yang berhasil ditangkap telah berada di tangan jasa angkutan yang tidak tahu sama sekali soal barang selundupan.

Kepala Kanwil Bea dan Cukai Riau-Sumbar Yusmariza membantah telah kecolongan dalam upaya penyelundupan yang masih terjadi di Riau dan Sumbar. Sebab selama ini Bea Cukai kerap kali menangkap barang dengan jenis yang sama dalam jumlah yang besar.

Namun Yusmariza tidak membantah keterbatasan personel yang berjumlah hanya 437 orang di delapan kantor cabang Riau-Sumbar. Hal itu membuat Bea Cukai kesulitan dalam menjaga garis pantai di kedua provinsi tersebut, sehingga aktivias penyelundupan masih terus terjadi di dua wilayah itu. Meski demikian, Bea Cukai mengaku terus berupaya meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk pencegahan masuknya barang ilegal. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Hukrim, Umum, Riau
Tour de Siak 2018
wwwwww