PotretNews.com Sabtu 18 Agustus 2018
Home > Berita > Umum

Pekerjaan Terhenti, Rehabilitasi Dua Ruas Jalan Nasional di Inhu Berubah Jadi Petaka akibat Proyek Galian Ditinggalkan Begitu Saja

Pekerjaan Terhenti, Rehabilitasi Dua Ruas Jalan Nasional di Inhu Berubah Jadi Petaka akibat Proyek Galian Ditinggalkan Begitu Saja

Salah satu titik lobang yang ada di Lintas Timur Pematangreba yang sering makan korban.

Minggu, 19 Maret 2017 20:36 WIB
RENGAT, POTRETNEWS.com - Sebelum menelan korban jiwa, rekanan kontraktor proyek rehabilitasi ruas jalan Rengat-Pematangreba, Seberida-batas Jambi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau diminta untuk segera menyelesaikan proyek tersebut.Pasalnya, proyek yang dibiayai melalui APBN itu seharusnya memberikan dampak positif bagi masyarakat atau pengguna jalan itu, malah menjadi petaka setelah pekerja proyek menggali dan meninggalkan ratusan lobang pada ruas jalan itu.

Sehingga, ratusan lobang itu seakan sebuah perangkap yang siap menjebak dan mencelakanan siapa saja yang melintas pada ruas jalan itu. Walau pun, sejauh ini belum ada yang menelan korban jiwa.

"Akibat lobang-lobang itu, banyak pengendara yang mengalami kecelakaan. Bahkan, hampir setiap hari dan kebanyakan dialami pengendara sepeda motor," kata Jamaan (45), warga setempat, Minggu (19/3/2017), dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Ads
Beberapa waktu lalu sambung Jamaan, salah seorang pengendara sepeda motor yang jatuh akibat lobang itu mengalami luka serius. Karena tidak jauh dari rumah sakit, korban bisa cepat mendapatkan pertolongan medis, sehingga nyawa korban terselamatkan.

"Dengan demikian, sebagai warga kita berharap kepada rekanan kontrantor pelaksana proyek untuk secepatnya menutup lobang tersebut dan menyelesaikan pekerjaan mereka. Jika tidak, tentu akan banyak lagi warga yang bakal menjadi korban," ketusnya.

Pantauan di lapangan, pada dua ruas jalan itu ditemukan ratusan titik lobang menganga. Lobang-lobang tersebut merupakan bekas galian pihak kontraktor yang terkesan dibiarkan begitu saja. Beberapa lobang terparah ditemukan di sekitaran jembatan dua jalur Rengat-Pematangreba dan sekitaran simpang Bundaran Patin-RSUD Indrasari jalur Lintas Timur Pematangreba.

Dari keterangan warga yang berdomisili di sekitar itu, sejak lobang itu ada, sudah puluhan orang pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan. Beberapa hari lalu ada mobil yang nyaris terguling setelah kaget dan mengerem mendadak ketika melihat ada lobang didepannya. Bahkan, akibat terperosok ke dalam lobang itu, mobil tersebut mengalami pecah ban, jelas beberapa warga sekitar.

Hingga berita ini dimuat, tak seorangpun pihak terkait yang bisa dikonfirmasi. Baik itu rekanan kontraktor pelaksana PT Wahana Jaya Prima dan Konsultan Pengawas PT Archende, maupun dari instansi terkait. Dan hingga saat ini, aktivitas pekerjaan yang dibiayai melalui dana APBN senilai Rp21,6 miliar lebih itu masih dalam keadaan terhenti. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Umum, Inhu, Riau
Tour de Siak 2018
wwwwww