PotretNews.com Senin 20 Agustus 2018
Home > Berita > Riau

Penjaga Kebun yang Membunuh Majikan Cantik di Lirik Indragiri Hulu Divonis 18 Tahun Penjara

Penjaga Kebun yang Membunuh Majikan Cantik di Lirik Indragiri Hulu Divonis 18 Tahun Penjara

Terdakwa saat memperagakan adegan pembunuhan korban saat rekonstruksi beberapa waktu lalu.

Rabu, 01 Maret 2017 22:53 WIB
RENGAT, POTRETNEWS.com - Setelah dituntut 18 tahun, Mimin Parwanto alias Mimin (36), terdakwa pembunuh, Yutmia Syafmelda (24), warga Desa Rejosari, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau divonis 18 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Rengat, Rabu (1/3/2017).Seperti ditulis dalam laman GoRiau.com yang dilansir potretnews.com, vonis tersebut memperkuat tuntutan JPU (jaksa penuntut umum) yang juga menuntut terdakwa selama 18 tahun penjara. Vonis 18 tahun itu langsung dibacakan Ketua Majelis Hakim Agus Akhyudi SH MH didampingi dua hakim anggota masing-masing; Imanuel MP Sirait SH dan Omori SH.

"Hukuman tersebut sudah sangat pantas. Terdakwa terbukti bersalah dan melanggar pasal 339 KUHP tentang pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu tindak pidana lain," kata Ketua PN Rengat Agus Akhyudi SH MH melalui Humas PN Imanuel MP Sirait SH yang juga anggota majelis dalam perkara itu, Rabu (1/3/2017).

Atas putusan 18 tahun itu sambung Imanuel, pihaknya memperkuat tuntutan penuntut umum yang juga menuntut terdakwa selama 18 tahun penjara. "Putusan kita menguatkan tuntutan JPU dan itu sudah pantas diterima oleh terdakwa," tandas Imanuel, geram.

Ads
Menanggapi vonis hakim tersebut, Kajari Inhu, Supardi SH melalui Kasi Pidana Umum Kejari Inhu, Nur Winardi SH MH, menyatakan menerima putusan majelis hakim tersebut. Atas putusan tersebut, kita dari penuntut umum menerima. Dan vonis tersebut sudah sepatutnya diterima oleh terdakwa," ujar Nur Winardi, sembari berterima kasih kepada majelis hakim yang telah menguatkan tuntutan mereka.

Seperti diberitakan terdahulu, terdakwa pembunuhan ibu rumah tangga cantik yang merupakan penjaga kebun korban itu, ditangkap tim gabungan Polsek Lirik dan Polres Inhu pada, Sabtu (24/9/2016) lalu.

Pembunuhan itu terjadi lantaran terdakwa merasa sakit hati dan berniat hendak memperkosa korban. Akan tetapi, upaya tersebut tidak kesampaian lantaran korban sudah meninggal dunia akibat dicekik, dipukul dan mulut korban dibekap pelaku dengan kain yang merupakan alas meja korban. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Riau, Inhu, Umum, Hukrim
Tour de Siak 2018
wwwwww