PotretNews.com Sabtu 15 Desember 2018
Home > Berita > Siak

Dinas Pertanian Kabupaten Siak Prioritaskan Tanaman Palawija dan Holtikultura di Lahan 40 Hektar Bantuan Pemerintah Pusat Tahun 2017

Dinas Pertanian Kabupaten Siak Prioritaskan Tanaman Palawija dan Holtikultura di Lahan 40 Hektar Bantuan Pemerintah Pusat Tahun 2017

ilustrasi (net)

Rabu, 25 Januari 2017 12:51 WIB
Sahril Ramadana
SIAK,POTRETNEWS.com  - Keberhasilan anggota kelompok Tani Jaya Suryano saat mengelola kebun cabai miliknya sangat menginspirasi Dinas Pertanian Kabupaten Siak. Keberhasilan Suryano memanfaatkan lahan miliknya seluas 4 hektar yang ditanami sayur-sayuran, buah-buahan dan kolam ikan itu membuat dia dikenal didalam negeri bahkan ke luar negeri tepatnya di Marrakesh, Maroko.

Suryano didaulat sebagai pembicara di Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB yang dilaksankan pada tanggal 7-18 November 2016 lalu.

Bukan hanya itu saja, atas keberhasilannya bercocok tanam, baru-baru ini dirinya juga diundang disalah satu acara stasiun Tv nasional Kick Andy.

Keberhasilannya itu, juga tidak terlepas dari peran Pemerintah Kabupaten Siak Provinsi Riau yang memberikan modal kepada dirinya beserta kelompok petani lainnya.

Ads
"Atas keberhasilan ini tidak luput dari bantuan Pemkab Siak yang dikolabirasikan dengan CSR Perusahaan daerah setempat," kata Suryano belum lama ini.

Selain itu, pihaknya juga telah menerima Bansos dari pemerintah pusat berupa sapi dan kambing. Atas keberhasilannya ini, kelompok tani yang ia pimpin saat ini ingin memperluas lahan untuk bercocok tanam.

"Untuk apa lahan luas tapi hasilnya tidak maksimal lebih baik. Mending kita manfaatkan lahan yang tidak begitu luas tapi hasilnya memuaskan,"ungkapnya.

"Buktinya, kami sudah memanen cabe ini yang ke 7 dengan hasil 1.2 Ton per 0,5 hektar. Untuk itu saya berharap agar masyarakat Siak dapat memanfaatkan lahan yang subur di negeri istana ini. Keberhasilan ini juga tidak diraih dengan bermalas-malasan,” pesannya.

Sementara, mengenai keberhasilan kelompok tani itu, Kepala Dinas Pertanian Rubiati menyampaikan, untuk tahun 2017 ini, dari 9 program komoditi prioritas pemerintah Kabupaten Siak, salah satu yang diprioritaskan ialah program Komoditi tanaman pangan, seperti Palawija dan Holtikultura.

"Tanaman palawija selain ubi kayu, ada juga jagung, talas, dan ubi jalar. Namun, parah tahun ini, yang menjadi prioritas kita adalah jagung. Untuk itu saya berharap, hingga tahun 2018 mendatang, tanaman jagung itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kabupaten Siak. Bahkan, kalau berlebih, bisa di ekspor ke kabupaten tetangga," ucapnya.

Apalagi tahun 2017 ini sebut Rubiati, Dinas Pertanian Siak mendapat bantuan lahan dari pemerintah pusat seluas 40 hektar. Kalau bantuan tersebut dikembangkan dengan produksi tanaman cabe, daerah Siak bisa mengekspor hasil panen itu ke daerah lain.

"Bukan tanpa alasan semua itu, di awal bulan tahun 2017 ini saja, petani cabe di Siak memanen hasil pertanian mereka dengan luas lahan 11,75 hektar, dengan seluas itu hasilnya kurang lebih 70 ton, sementara kebutuhan cabe di Siak hanya 62 ton, berarti ini sudah lebih dari kebutuhan kita,"ucapnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya sedang merencanakan dengan sejumlah SKPD Siak, agar mengakomodir distribusi pemasaran komoditi itu.

"Kita harus manfaatkan peluang-peluang yang ada. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Saya juga berharap, penyuluh lapangan di Siak agar mendata komoditi-komoditi unggulan yang ada disetiap wilayah kerjanya, sehingga kita tahu kapan tanam dan panennya," tutupnya. *****

wwwwww