PotretNews.com Sabtu 22 September 2018

Sita Ekskavator Perambah Hutan di Kepungan Sialang Pelalawan pada Malam Hari, Petugas Kementerian LHK Dihadang Massa

Sita Ekskavator Perambah Hutan di Kepungan Sialang Pelalawan pada Malam Hari, Petugas Kementerian LHK Dihadang Massa

Ilustrasi.

Sabtu, 14 Januari 2017 12:51 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Puluhan orang tidak dikenal berusaha menghadang petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) saat melakukan penangkapan dan penyitaan alat berat dari kawasan hutan Pelalawan, Provinsi Riau."Kejadiannya malam ya, jadi gelap. Saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya, tapi puluhanlah," kata Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (BPPH) Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Wilayah II Sumatera Eduwar Hutapea, di Pekanbaru, Sabtu (14/1/2017), dikutip potretnews.com dari antara via tempo.co. Tim KLHK Wilayah II Sumatera berhasil mengamankan satu unit ekskavator di kawasan hutan Kepungan Sialang Keputihan, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Jumat (13/1/2017), sekitar pukul 23.00.

Meski penangkapan itu dikawal personel Komando Resor Militer 031/Wira Bima dan Brimob Polda Riau, puluhan orang tidak dikenal berusaha menghadang petugas saat baru keluar dari kawasan hutan, walau akhirnya berhasil lolos. Selain itu, petugas menemukan ranjau paku di sepanjang lintasan saat truk keluar dari kawasan hutan.

"Ranjau paku sepertinya sengaja disebar di sepanjang lintasan dengan cara ditutupi daun-daun. Ini sangat nekat," ujar Eduwar.

Ads
Bahkan, selama sekitar lima jam perjalanan menuju Pekanbaru, Eduwar mengatakan, penghadangan terus dilakukan oleh orang tidak dikenal yang diduga pelaku perambahan hutan. Bahkan Eduwar mengaku sempat diikuti sebuah mobil sedan meski tidak ada tindakan represif.

"Saat ini alat berat telah kita amankan di Pekanbaru, di kantor kami. Dari penyitaan itu, turut diamankan dua pelaku," tutur Eduwar. Kini penyidik masih terus mendalami keterangan dua pelaku yang berstatus sebagai terperiksa tersebut. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Tour de Siak 2018
wwwwww