PotretNews.com Senin 21 Januari 2019

Malam Tahun Baru, Wanita 39 Tahun Warga Desa Sebangar Bengkalis Jadi Korban Hipnotis Seorang Ibu Tua di Depan Ramayana Duri, Emas dan Uang Rp3 Juta Raib

Malam Tahun Baru, Wanita 39 Tahun Warga Desa Sebangar Bengkalis Jadi Korban Hipnotis Seorang Ibu Tua di Depan Ramayana Duri, Emas dan Uang Rp3 Juta Raib

Ilustrasi/Ramayana Kota Duri.

Selasa, 03 Januari 2017 11:42 WIB
DURI, POTRETNEWS.com - Banyaknya modus kejahatan yang terjadi di wilayah Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau memang tidak dapat dipungkiri. Baru-baru ini modus pencurian dengan cara hipnotis mulai kembali marak. Korbannya adalah ibu-ibu yang baru turun dari mobil di salah satu pusat perbelanjaan di Duri.Maria (39) warga Kilometer 12, Desa Sebangar, Selasa (3/1/2017) pagi menyebutkan, bahwa ia telah menjadi korban penipuan hipnotis pada Minggu (1/1/2017) malam saat turun dari mobil menuju ke Ramayana Duri.

"Kepada warga Duri dan sekitarnya agar dapat berhati-hati dengan orang yang tidak dikenal dan menyapa anda dengan ramah. Saya salah satu korban hipnotis yang kehilangan perhiasan emas seberat 10 emas di antaranya kalung dan gelang. Selanjutnya uang tunas sebesar Rp3 juta yang disimpan di dalam dompet," kata dia saat ditemui pinggir Jalan Sudirman sekitar Ramayana Duri.

Diceritakannya lagi, ia baru sadar perhiasan dan uangnya tidak ada saat ditegur oleh anaknya di depan pintu masuk pertokoan. Dirinya panik dan kembali ke mobil yang diparkirnya tidak di area parkir Ramayana.

"Jadi saat ditegur anak saya itu, saya ingat tadi memberikan uang cukup banyak kepada seseorang ibu-ibu tua. Begitu juga emas saya, tapi itu setelah saya disapa seorang pria yang menawarkan kartu paket data murah. Tapi saat saya balik lagi, pria dan ibu-ibu yang saya kasih uang itu tidak ada lagi di sana," ujar Maria lagi.

Maria mengaku tidak melaporkan ke pihak kepolisian atas penipuan yang terjadi padanya karena dia tidak kehilangan surat-surat penting di dalam tasnya.

"Tapi saya akan lebih sering standby di sini dan memperhatikan wajah pelaku hipnotis itu. Jika ketemu mau saya foto, baru cetak dan sebarkan wajah penipu itu agar orang yang datang berbelanja lebih hati-hati. Mau lapor polisi juga belum tentu dapat pelakunya, anggap saja saya sedekah. Tapi saya ga mau ada orang lain jadi korbannya lagi," ujar Maria yang mengaku sudah 2 hari ini tetap memantau dan berharap bertemu dengan pelaku. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Bengkalis, Umum, Hukrim
wwwwww