PotretNews.com Minggu 18 November 2018
Home > Berita > Riau

Tingkat Hunian Hotel di Riau Melemah, Ini Penyebabnya!

Tingkat Hunian Hotel di Riau Melemah, Ini Penyebabnya!

Ilustrasi/Resepsionis hotel sedang melayani calon konsumen.

Kamis, 22 Desember 2016 20:55 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com -Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia mencatat level tingkat isian (okupansi) hotel di Riau mengalami stagnan di sepanjang tahun ini karena kunjungan wisatawan tercatat belum meningkat.Ketua PHRI Riau Ondhi Sukmara mengatakan rata-rata okupansi hotel di Riau hanya berada pada level 60%. Angka tingkat isian ini tentunya jauh dari beberapa daerah wisata di Sumatera, seperti Sumatera Barat, Kepulauan Riau dan Sumatra Utara yang mencapai 80% hingga 90%.

“Okupansi perhotelan di Riau sempat jatuh ke level 40% pada Kuartal I/2016. Selanjutnya, hanya berada pada level 60%. Tidak pernah lebih,” katanya, Kamis (22/12/2016), seperti dikutip potretnews.com dari bisnis.com.

Beberapa pergelaran wisata tahunan yang diadakan pemerintah, seperti Festival Pacu Smpan Pacu Jalur, Festival Budaya Tionghoa Bakar Tongkang, Balap Sepeda Tour de Siak tidak berpengaruh terhadap bisnis perhotelan di daerah itu.

Ads
Ondhi mengatakan PHRI hanya memproyeksikan tingkat isian sebatas 60% pada tahun ini. Menurutnya, situasi akan berbeda jika Pemerintah daerah setempat dan pihak swasta mengadakan pergelaran yang lebih menarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

PHRI juga mematok target 60% untuk tingkat isian tahun 2017. Menurut Ondhi, belum ada iklim segar dari sektor manapun yang mampu mengembangkan bisnis perhotelan di Riau pada tahun Ayam Api nanti.

Selama ini, okupansi sangat bergantung dengan acara sereomonial yang diadakan oleh pemerintah. “Jika, hal ini kembali dilarang, tidak menutupkemungkinan akan ada hotel yang gulung tikar,” kata Ondhi.

Di lain pihak, Pemerintah Provinsi Riau mengklaim telah fokus mengembangkan potensi pariwisata pada tahun ini. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan beberapa pergelaran tahunan seperti Riual Adat Tionghoa Bakar Tongkang dan acara balap sepeda tahunan Tour de Siak sukses di gelar.

Pemerintah juga mengklaim jumlah kunjungan wisatawan meningkat pada tahun lalu, karena tidak ada bencana kabut asap yang terjadi tahun ini, meski pemerintah belum merilis berapa jumlah kunjungan wisatawan yang mengunjungi “Bumi Melayu” pada tahun ini.

“Pemerintah Provinsi Riau terus mengembangkan potensi pariwisata untuk neingkatkan perekonomian. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan dengan beberapa sektor lain, seperti migas,” kata pria yang akrab disapa Andi Rachman. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Riau, Umum
wwwwww