PotretNews.com Senin 22 Juli 2019

Hati-hati, Beredar Akun Facebook Palsu Istri Bupati Bengkalis, Dipakai Penipu Minta Transfer Uang

Hati-hati, Beredar Akun <i>Facebook</i> Palsu Istri Bupati Bengkalis, Dipakai Penipu Minta Transfer Uang

Screenshot Akun Facebook Palsu Istri Bupati Bengkalis.

Senin, 12 Desember 2016 19:50 WIB
BENGKALIS, POTRETNEWS.com - Sejak beberapa hari lalu, melalui media sosial, beredar informasi bahwa Kasmarni, istri Bupati Bengkalis Provinsi Riau meminta uang kepada sejumlah pihak.Terkait dengan itu dan agar tidak menjadi korban, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis tersebut mengingat seluruh lapisan masyarakat, khususnya di daerah ini, agar tidak melayaninya.

''Meskipun foto profilnya foto kami, itu bukan akun Facebook kami. Akun media sosial tersebut akun palsu. Kami tidak pernah minta uang kepada siapa pun,'' kata Kasmarni melalui Kepala Bagian Humas Pemkab Bengkalis Johansyah Syafri, Minggu (11/12/2016).

Johan yang juga pengurus Tim Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkalis menambahkan, dia juga banyak menerima konfirmasi dari berbagai pihak atas kebenaran akun tersebut.

Ads
”Ahad siang kemarin, kami banyak menerima pertanyaan tentang hal itu. Baik melalui sambung telepon maupun layanan messenger. Tapi setelah kami konfirmasi langsung, beliau mengatakan itu bukan akun miliknya. Tapi ulah pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi,” ucap Johan seperti dikutip potretnews.com dari GoRiau.com.

Untuk itu dan sebagaimana Kasmarni, Johan juga berpesan agar masyarakat di daerah ini, lebih-lebih pemilik media sosial supaya berhati-hati. Itu upaya penipuan.

”Sebelum menanggapi pesan seseorang melalui layanan messenger misalnya. Cek terlebih dahulu identitasnya melalui profilnya. Dari profil tersebut dapat disimpulkan mana akun asli, mana yang palsu,” tutur Johan.

Adapun beberapa ciri-ciri akun palsu, kata Johan, baru dibuat atau kalau sudah lama jarang update status. Temannya sedikit, kalaupun temannya banyak, tapi teman-temannya tersebut asing bagi kita alias tidak kita kenal. Kemudian, jarang mengomentari status orang lain.

”Dan kalau melalui layanan pesan yang kita terima dia minta atau mau pinjam uang, dari nomor rekening bank yang dikirimkannya dapat dilihat orang tersebut asli atau palsu. Kalau dia menggunakan nama di rekening nama orang lain, dapat diduga pasti itu ingin menipu. Sebab untuk membuat rekening di bank, seseorang harus menggunakan itentitas asli. Misalnya KTP atau SIM,” ujar Johan. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

wwwwww