PotretNews.com Minggu 18 November 2018
Home > Berita > Riau

Waspada, hingga 8 Desember Riau Rawan Hujan Badai

Waspada, hingga 8 Desember Riau Rawan Hujan Badai

Ilustrasi.

Selasa, 06 Desember 2016 06:20 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis siaran pers peringatan dini cuaca, berlaku sejak 3-8 Desember 2016. Kepala Bidang Humas BMKG, Hary Tirtodjatmiko memaparkan, merujuk pada update perkembangan cuaca, indikasi potensi hujan lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah Indonesia meliputi Aceh, Sumatera Utara bagian Timur, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung bagian Barat.Kemudian, terjadi juga di Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah bagian Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan bagian Utara, Papua bagian Tengah dan Utara.

”Untuk itu masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti genangan, banjir, tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang dan jalan licin,” ujar Hary kepada awak media, Senin (5/12/2016).

Hary menambahkan, terjadinya kondisi cuaca tersebut disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya ialah adanya daerah sirkulasi pusaran angin, pusat tekanan rendah di perairan Utara Aceh dan Samudera Hindia sebelah Selatan Bali serta pola sirkulasi angin tertutup disekitar perairan Sulawesi Utara bagian Utara dan perairan Utara Papua Barat.

Ads
”Hal ini mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia yang mengakibatkan terbentuknya daerah belokan, perlambatan dan pertemuan (konvergensi) angin di sekitar wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Barat dan Papua bagian Tengah dan Selatan,” imbuhnya seperti dikutip potretnews.com dari okezone.com.

Selain itu, adanya aliran atau dorongan massa udara dingin dan kering dari Asia Tengah yang terpantau mulai masuk menuju ke wilayah Indonesia sebelah Utara Khatulistiwa dan aliran/dorongan massa udara dingin dan kering dari Australia bagian Timur juga terpantau masuk ke wilayah Samudera Hindia sebelah Selatan Sumatera hingga Selatan NTB, Laut Arafura bagian Selatan dan Teluk Carpentaria.

”Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” jelasnya. Sementara massa udara basah diindikasikan oleh tingginya kelembaban udara (70 - 80%) baik pada ketinggian 1500 m, 3000 m maupun 5000 m yang terkonsentrasi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Babel, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku Utara dan Maluku, Papua dan Papua Barat.

”Hal ini mendukung proses konveksi dalam skala lokal shg juga turut mendukung pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pembentukan & pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” papar Hary.

Adapun indikasi potensi hujan intensitas lebat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi sampai 8 Desember 2016 terutama di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimatan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, Papua.

”Dengan potensi CH Tinggi pada periode bulanan, maka indikasi potensi hujan lebat yang berskala harian dapat dimungkinkan akan meningkatkan bencana hidrometeorologi,” ujarnya. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Riau, Umum, Peristiwa
wwwwww