PotretNews.com Kamis 22 November 2018
Home > Berita > Umum

Kadisperindag Inhil Sebut Pedagang di PKKG Tembilahan Banyak yang Bandel

Kadisperindag Inhil Sebut Pedagang di PKKG Tembilahan Banyak yang <i>Bandel</i>

Bupati Indragiri Hilir HM Wardan (paling kanan) tatkala sidak ke PKKG Tembilahan, beberapa hari lalu.

Selasa, 25 Oktober 2016 06:48 WIB
Muhammad Yusuf
TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Terkait penyalahgunaan Pusat Kuliner Kelapa Gading (PKKG) terhadap fungsi awalnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau Eddywan Shasby mengakui kesulitan menghadapi para pedagang yang bandel.Eddy menyebut, terkait penyalahgunaan fungsi PKKG yang notabene sebagai pasar kuliner berubah menjadi "kafe remang - remang" pihaknya kerap berkoordinasi dengan kepolisian sektor (polsek) kota untuk melakukan penertiban.

"Bersama kapolsek kota yang dulu dijabat oleh Bapak Agus, penertiban sering sekali kami lakukan, namun memang dasar pedagangnya yang bandel," ungkapnya.

Terkait kekecewaan Bupati HM Wardan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) belum lama ini, Disperindag akan melakukan rapat koordinasi bersama instansi terkait sebagai langkah awal dalam menindaklanjuti masalah tersebut.

Ads
"Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan rapat koordinasi bersama Satpol PP, BP3AKB, Camat Tembilahan Hulu, Lurah Sungai Beringin, kapolsek, danramil dan Pengurus PKKG," kata Eddywan Shasby.

Ia mengungkapkan sebelum Bupati Inhil H Muhammad Wardan sidak ke PKKG tersebut, Disperindag Inhil melalui Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) telah melakukan pengawasan, ketertiban dan pembinaan kepada para pedagang di setiap los PKKG pada 14-19 Oktober lalu.

"Dari evaluasi ini terdapat beberapa hal yang semestinya memang tidak ada," sebutnya.

Laporan dari hasil evaluasi tersebut, kata dia, memang terdapat beberapa hal yang melanggar ketentuan, seperti keadaan di dalam los penuh dengan pengunjung tanpa adanya penerangan disertai dengan music. Hanya beberapa los yang menjual minuman dengan menggunakan lampu sebagai penerang.

"Los yang beraktivitas juga bertambah menjadi 80 los dari yang sebelumnya hanya 40 los dan pengisi los didominasi oleh pedagang pindahan dari Pasar Dayangsuri, pasar rakyat dan pasar terapung," jelas Eddywan.

Selain itu, berdasarkan pengakuan dari salah satu pedagang di sana, aktivitas di PKKG berlangsung hingga pukul 00.00 WIB bahkan lewat.

Namun, menurut Eddywan, pihaknya telah melakukan teguran kepada pemilik los untuk dapat mematuhi ketentuan berdasarkan bunyi yang terdapat dalam surat edaran yang diberikan oleh Disperindag.

"Setelah sidak oleh pak bupati, kami akan melakukan penataan kembali terkait adanya penambahan pedagang," ucapnya. Dia menegaskan jika terdapat penyalahgunaan terhadap bangunan corporate social responsibility (CSR) tersebut, pihaknya akan mengeluarkan surat peringatan 1 (SP 1). ***

Kategori : Umum, Inhil
wwwwww