PotretNews.com Minggu 29 Maret 2020
Home >  Berita >  Lingkungan

Rimbopanjang Masih Membara, 4 Titik Api Kebakaran Hutan dan Lahan Ditemukan di Kampar

Rimbopanjang Masih Membara, 4 Titik Api Kebakaran Hutan dan Lahan Ditemukan di Kampar

Ilustrasi/Warga berupaya memadamkan kobaran api yang membakar lahan dan hampir mencapai areal pemakaman umum di Rimbopanjang, Minggu (5/7/2015). (foto: riaupos.co)

Minggu, 09 Oktober 2016 18:38 WIB
BANGKINANG, POTRETNEWS.com - Udara di sekitar Desa Rimbopanjang Kecamatan Tambang terasa menyengat. Bau asap membuat hidung terasa nyeri sedikit nyeri. Sementara kepulan asap tampak di sebuah titik, tak jauh dari Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang. Belakangan diketahui, asap berasal dari pedalaman Jalan Harapan Raya, Rimbopanjang. Helikopter water bombing tampak mengitari lokasi sekitar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Minggu (9/10/2016).

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Riau, kebakaran menghanguskan sekitar 6 hektar lahan di Rimbopanjang. Kebakaran sudah berlangsung sejak Jumat (7/10/2016) lalu.

"Tanah gambut dan keadaan kosong. Pemadaman sedang diupayakan. Helikopter (water bombing) entah sudah berapa kali bolak balik," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kampar Muhammad Nasir sebagaimana dilansir tribunpekanbaru.com, Minggu sore.

Menurut Nasir, karhutla kembali terjadi setelah Kampar terpapar kemarau dengan panas terik matahari sekitar sepekan belakangan. Disebutkan, karhutla dilaporkan terjadi di empat titik dan belum berhasil dipadamkan hingga Minggu.

Selain Rimbopanjang, karhutla juga terjadi di Desa/Kecamatan Salo dan Desa Telukkenidai Kecamatan Tambang. Nasir menyebutkan, sebidang tanah ukuran 20 x 30 meter di Kilometer 6 Jalan Putaran Desa Karya Indah Kecamatan Tapung sempat terbakar, Sabtu (8/10/2016). Namun berhasil dipadamkan pada hari itu juga.

Nasir menyebut, di Desa Salo terbakr 0,5 hektar. Sedangkan di Telukkenidai sekita 2 hakter. ”Ada kebun masyarakat, ada juga lahan kosong semak belukar. Kondisinya memang kering dan mudah terbakar,” ujarnya. ***

Editor:
Wawan Setiawan

       
        Loading...    
           
Kategori : Lingkungan, Peristiwa, Kampar
Loading...
www www