PotretNews.com Kamis 24 Mei 2018
PON XIX/2016 Jabar

Melacak Ulang Rekam Jejak Prestasi Riau di 14 Edisi PON, Bagaimana dengan di Jabar?

Melacak Ulang Rekam Jejak Prestasi Riau di 14 Edisi PON, Bagaimana dengan di Jabar?

Ilustrasi/Presiden RI pertama Ir Sukarno pada Upacara Pembukaan PON II pada 21 Oktober 1951 di Jakarta. Saat itu, Riau belum berpartisipasi.

Minggu, 18 September 2016 03:26 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com – Perjalanan Provinsi Riau di pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) cukup panjang dan berliku. Prestasinya pun pasang surut tergantung pembinaan dan konsistensi pemerintah Provinsi.Tercatat sudah 15 edisi PON, Bumi Lancang Kuning berpartisipasi.Prestasi paling fenomenal adalah tahun 2012, saat Provinsi Riau menjadi tuan rumah di edisi PON XVIII. Riau menembus peringkat 6 besar dan menjadi Raja di Sumatera di bawah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur.

Mampukan Riau unjuk gigi di PON XIX yang digelar di Tanah Legenda Jawa Barat 17-29 September 2016 ? Dua hari menjelang pembukaan Riau sudah berhasil mengemas tiga medali emas yang berasal dari cabor renang dan dayung, kemudian tiga perak dari renang serta tiga perunggu berasal dari dayung, renang dan judo.

Ya, meski sudah 15 kali berpartisipasi diajang PON, harus diakui prestasi para duta olahraga Riau masih belum stabil.Sejatinya undang-undang pembentukan Provinsi Riau baru ditetapkan pada 1958, lewat UU Nomor 61 Tahun 1958. Namun sejak 1957 atau setahun sebelum penetapan, Riau sudah mentas di PON.

Ads
Sebagai pendatang baru di ajang pesta multi iven se Indonesia yang digelar di Makassar, Riau belum mampu mengepakkan sayapnya. Di PON IV ini kontingen pulang tanpa medali.

Baru di PON V tahun 1961 di Bandung Jawa Barat atau partisipasi yang kedua kalinya, Riau berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. Raihan ini mengantarkan Riau finis di peringkat ke 12 atau naik satu strip dari PON sebelumnya.

Namun, prestasi yang sempat memberikan harapan baru bagi dunia olahraga Riau, tidak berlanjut di PON VI tahun 1969 dan PON VIII tahun 1973.

Nah, PON IX tahun 1977 di Jakarta, menjadi kebangkitan Bumi Lancang Kuning.Riau yang sempat paceklik medali di dua edisi PON menyodok ke peringkat 10 besar dengan raihan, 3 emas, 2 perak dan 6 perunggu.

Prestasi gemilang ini layaknya tongkat estafet, berlanjut di PON X tahun 1981. Provinsi Riau membuat kejutan, finis di posisi ke-sembilan. Saat itu Riau mengantongi 8 medali emas, 13 perak dan 13 perunggu.

PON XI tahun 1985, raihan medali Riau meningkat, 9 medali emas 8 perak dan 5 perunggu dibawa pulang. Tapi secara peringkat menurun. Riau anjlok empat strip atau finis di posisi ke 13.

Penurunan prestasi Riau di PON pun berlanjut di lima edisi PON. PON XII tahun 1989, Riau meraih 4 emas, 5perak dan 11 perunggu finis diperingkat ke-20. Lalu PON XIII tahun 1993 perolehan medali kembali naik, mengantongi 6 emas, 5 perak dan 7 perunggu, finis di peringkat ke 17.

Kemudian PON IV tahun 1996 secara peringkat tetap di posisi 17, namun raihan medali kembali naik, menjadi 9 emas 6 perak dan 15 perunggu.

Tapi lagi-lagi grafik prestasi Riau kembali menurun di PON XV tahun 2000. Torehan 5 emas, 9 perak dan 15 perunggu membuat Riau terhempas ke peringkat 18.

Hasil PON 1981-2000 menjadi pengalaman berharga bagi Riau. Pemerintah Provinsi Riau melalu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau mulai melakukan persiapan secara matang untuk mengejar prestasi yang tertinggal.

Endingnya Riau pun bangkit, di PON XV 2004 di Sumatera Selatan, kontingen Riau berhasil membawa pulang 16 medali emas, 14 perak dan 20 perunggu. Grafik Negeri Lancang Kuning pun kembali naik ke peringkat 11.

Prestasi itu berlanjut di PON XVII, Riau masuk peringkat 10 besar, dengan torehan 16 emas, 14 perak dan 23 perunggu. Puncaknya di PON XVIII 2012. Berlaga di kampung sendiri, Riau berhasil menorehkan prestasi gemilang menembus dominasi pulau Jawa yang selama ini selalu menjadi langganan di peringkat 10 besar.

Bahkan untuk Sumatera, Riau berhasil menyisihkan Sumatera Utara dan Sumatera Selatan yang selama ini menjadi pesaing di wilayah Sumatera.

Ketua Umum KONI Riau Drs Emrizal Pakis optimis kontingen Riau mampu meraih prestasi maksimal di PON XIX yang digelar di Tanah Legenda Jawa Barat. Dan terbukti H-2 Pekan Olahraga Nasional resmi dibuka, Riau sudah meramaikan papan atas daftar perolehan medali sementara dengan 3 emas 3 perak dan 3 perunggu.

"Renang, dayung dan judo yang bertanding lebih awal sudah memberikan kontribusi buat kontingen. Mudah-mudahan cabang lainnya akan menyusul dan target Riau dapat terpenuhi untuk bertahan di posisi 6 besar," katanya.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Riau Drs Sanusi Anwar. "Insya Allah dayung bisa memberikan lima medali emas.Renang sudah unjuk gigi dengan dua medali emas, judo. Kami berharap cabang lainnya juga akan termotivasi untuk meraih prestasi yang maksimal di PON," tukasnya.

Ini rekam jejak Riau sepanjang PON:

No Tahun PON Emas Perak Perunggu Peringkat
1 1957 IV 0 0 0 13
2 1961 V 1 1 1 12
3 1969 VII 0 0 0 23
4 1973 VIII 0 0 0 23
5 1977 IX 3 2 6 10
6 1981 X 8 13 13 9
7 1985 XI 9 8 5 13
8 1989 XII 4 5 11 20
9 1993 XIII 6 5 7 17
10 1996 XIV 9 6 9 17
11 2000 XV 5 9 15 18
12 2004 XVI 16 14 20 11
13 2008 XVII 16 14 23 10
14 2012 XVIII 42 39 52 6
15 2014 XIX ?

Editor:
Akham Sophian

Sumber:
Riaupos.co

loading...
Kategori : Peristiwa, Sport, Riau
Pesona Siak
wwwwww