Home > Berita > Riau

Asosiasi Toke Sawit Resah Lihat Aktivitas Mafia CPO di Riau yang ”Main” dengan Sopir dan Kernet Mobil Tangki

Asosiasi Toke Sawit Resah Lihat Aktivitas Mafia CPO di Riau yang ”Main” dengan Sopir dan Kernet Mobil Tangki

Ilustrasi/Truk tangki CPO dari berbagai perusahaan harus berhenti di tanjakan Gul Gul Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak. (foto: tribunpekanbaru.com)

Rabu, 20 Juli 2016 22:49 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Riau meresahkan aktivitas ilegal mafia CPO yang mensuplai secara bersembunyi. Ketua GAPKI Riau Saut Sihombing mengatakan praktik tersebut semakin marak seiring bertambahnya jumlah PKS yang setiap hari memproduksi cairan hitam yang bernilai tinggi ini. Hal ini turut memantik niat jahat sekelompok orang membuka peluang bisnis ilegal.

"Beberapa tahun lalu, kami pernah melaporkan hal ini ke Polda Riau dan dilakukanlah penangkapan," ujar Saut, Kamis (20/7/2016).

Saut mengatakan beberapa anggota GAPKI akhirnya cari solusi sendiri dengan memakai jasa pengangkutan. Dampak penampungan ilegal ini tak terlalu besar pengaruhnya terhadap penurunan kuantitas produksi CPO‎ dalam negeri.

"Tapi, citra mutu produk CPO asal Indonesia menjadi buruk. Apalagi maraknya jual beli CPO untuk ekspor di pasar gelap," kata Saut.

Dari informasi yang dirangkum, modus penampungan ilegal ini ‎beroperasi dengan kerja sama antara ”kaki tangan” si ”mafia” CPO dengan para sopir dan kernet mobil tangki CPO.

Dimulai dari lokasi penampungan. Ada yang berlokasi di pinggir jalan lintas yang disamarkan dengan warung dan dibelakangnya ditutupi tenda agar kolam CPO tak mudah dilihat. Ada juga yang memilih tersembunyi, namun tak jauh dari jalan. Selain membuat bak atau kolam, ada yang memakai drum untuk menampung.

Selanjutnya mobil tangki CPO. CPO diangkut dari PKS yang ada di beberapa wilayah di Riau. Ada yang bertujuan ke Kota Dumai dan ada juga ke Medan Belawan Provinsi Sumatera Utara.

Aktivitas kencing ini biasanya dilakukan dalam dua sesi. Sesi pagi hari hingga pukul 11.00 WIB dan sesi malam hari hingga pukul 02.00 dini hari.

Pemindahan langsung dari tangki CPO ke truk berisi drum. Rata-rata tiap drum berkapasitas 100 hingga 160 kilo. Modus ini dipakai agar mudah berpindah tempat ”kencing”. ***

Editor:
Mukhlis

Sumber:
Bisnis.com

Kategori : Riau, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id