Gawat! Sudah Hampir 100 Hektar Lahan Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan Dilalap Api, Satgas Temukan Pondok di Tengah Hutan

Gawat! Sudah Hampir 100 Hektar Lahan Taman Nasional Tesso Nilo Pelalawan Dilalap Api, Satgas Temukan Pondok di Tengah Hutan

Satgas Udara temukan pondok disekitar lahan Tesso Nilo yang terbakar, Senin. (foto: satgas)

Senin, 04 Juli 2016 14:48 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan Riau kembali membara akibat dibakar orang tak bertanggung jawab. Menurut Satuan Tugas Udara (Satgas) darat yang berpatroli, Senin (4/7/2016), sedikitnya 80 hektar paparan hutan di sana hangus. Informasi yang dirangkum dari Posko Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, ada sekitar 80 hingga 100 hektar lahan di sana sudah gosong dan mengeluarkan asap. "Kemungkinan sudah terbakar sejak kemarin," kata Kasibaseops Disops Lanud Roesmin Nurjadin, Mayor Lek Ferry Duwantoro.

Saat ini, imbuhnya, satgas sudah melakukan bom air via udara dengan menggunakan helikopter. Parahnya lagi, pesawat air tractor yang berpatroli di atas kawasan TNTN ini justru menemukan pondokan, tak jauh dari koordinat lahan yang terbakar itu. "Kita masih selidiki, apakah pondokan ini milik perambah hutan atau seperti apa," ungkapnya.

Selain di Pelalawan, satgas darat dan udara juga memfokuskan pemadaman titik api di Kabupaten Rohil, karena ada laporan munculnya titik panas di sana. "Kita juga sudah kerahkan helikopter untuk water bombing (bom air) ke sana. Upaya kita untuk mengantisipasi agar api tidak menyebar luas, ditambah cuaca cukup terik," ucap Ferry Duwantoro, Senin siang.

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Senin pagi tadi, ada sekitar 15 sebaran titik panas di Riau, diantaranya Bengkali dan Kepulauan Meranti masing-masing satu titik panas, Rohil tiga titik panas dan Pelalawan 10 titik panas.

"Yang level confidence di atas 70 persen kita hitung ada enam titik di Pelalawan, dua titik di Rohil dan satu titik di Meranti," ujar Kepala BMKG Sugarin. ***

Editor:
Mukhlis

Sumber:
GoRiau.com

wwwwww
www.amsi.or.id