Home > Berita > Inhil

Begitu Mulia Perbuatan Kedua Pria Ini, Setiap Hari Mengatur Lalu Lintas di Jalan Ahmad Yani Tembilahan tanpa Berharap Gaji dari Pemerintah apalagi THR

Begitu Mulia Perbuatan Kedua Pria Ini, Setiap Hari Mengatur Lalu Lintas di Jalan Ahmad Yani Tembilahan tanpa Berharap Gaji dari Pemerintah apalagi THR

Mujamil (37) dan Ijol (50) mengatur lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Tembilahan.

Jum'at, 17 Juni 2016 14:38 WIB
Muhammad Yusuf
TEMBILAHAN, POTRETNEWS.com - Mujamil (37) dan Ijol (50) adalah pemandu jalan yang sehari-hari bertugas mengatur lalu lintas di Jalan Ahmad Yani parit sebelas Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau. Dari pagi hingga sore, mereka dengan setia mengatur lalu lintas di sana. Pasalnya, padatnya arus lalu lintas tidak jarang menimbulkan kemacetan di lokasi tersebut.

Dari penuturan keduanya saat berbincang dengan awak media, mereka mulai menjalankan rutinitasnya tersebut atas dasar permintaan pedagang setempat yang diputuskan hasil rapat pedagang.

Melihat itu, Mujamil atau akrab disapa Jamil tidak berharap banyak tentang penghasilan yang ia peroleh saat menekuni pekerjaan tersebut. "Kita tidak mematok gaji, kita hanya melaksanakan tugas suka rela saja, nanti para pedagang setempatlah yang mengerti," ucap Jamil kepada media, Kamis (16/6/2016).

Sementara itu, mengenai penghasilan yang ia peroleh serial hari, Jamil sebutkan tidak menentu, terkadang banyak sekali kalaupun rendah yang jelas tidak pernah dibawah standar. "Kalau hari biasa bisa dapat sekitar Rp 50.000 dan pada Ramadan ini bisa mencapai Rp 100.000," ulasnya.

Mengenai perhatian pemerintah terhadap profesinya ini, dia kembali tegaskan tidak mau meminta, ia hanya ingin berbuat dan menjalankan tugas sesuai yang diharapkan oleh para pedagang. Apalagi yang namanya Tunjangan Hari raya (THR) beliau sama sekali tidak berpikir ke sana.

"Tidak bisa kami meminta ini itu, kita cukup menjalankan tugas, jikapun ada yang memberi kita ucapkan berterima kasih," ungkapnya. "Terlebih berbicara masalah THR, kami tidak berani, dengan seperti ini saja kami dah bersyukur," tambahnya.

Untuk diketahui Mujamil (37) dan Ijol (50), terkategori profesi yang ditekuninya sekarang berat, karena dari pagi sampai sore selalu berdiri, di bawah terik panas matahari, segitu pula kencangnya ia bunyikan peluit kepunyaannya. Dan selama bertugas katanya, sedikit pun tidak ada memungut uang parkir kepada pelanggan yang meletakkan motor, dan ia selalu membantu memarkirkan serta mengeluarkan kendaraan pelanggan.

Tidak hanya itu, dalam mengatur lalu lintas, tidak jarang mereka disenggol oleh kendaraan. "Apalagi kalau lagi padat, sering kaki saya dilanggar motor, untungnya gak terlalu berpengaruh, karena kendaraan di bawa pelan," ujarnya. ***

Kategori : Inhil, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id