Mengenal Komjen Pol Tito Karnavian, Anak Mantan Wartawan, Calon Tunggal Kapolri Penangkap Tommy Soeharto dan Teroris Noordin M Top
![]() |
Komjen Pol Muhammad Tito Karnavian MH PhD dan ayahnya Achmad Saleh. Gambar ketika masih berpangkat irjen. (foto: merdeka.com) |

Achmad Saleh dan istrinya Hj Supriyatini SPd MSi, menceritakan masa kecil dan remaja, Komjen Muhammad Tito Karnavian MH PhD, semasa di Palembang, Sumsel.Tito Karnavian juga merupakan salah satu alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Palembang. Dari daftar buku alumni SMAN 2, tertulis nama Muhammad Tito Karnavian. Nomor Daftar Induk : 4191. Tito diterima di SMAN 2 Palembang pada 20 Juli 1980. Mengikuti ujian akhir tahun 1983 dengan nomor ujian : 081. Tito dinyatakan Lulus dengan nomor ijazah No. 11 OC OH 0070410.Selain Tito, istrinya Tri Suswati juga alumni SMAN 2 Palembang. Baik Tito maupun Tri, sama-sama jurusan IPA.Tito Karnavian jadi salah satu kebangaan SMAN 2 Palembang. Pernah menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). “Dia aktif di organisasi. Jiwa kepemimpinannya memang sudah terlihat sejak sekolah. Saya benar-benar bangga dengannya,” kata Budiono, guru olahraga Tito Karnavian di SMAN 2 Palembang.Senada juga diungkapkan Emi Simanungkalit, guru Fisika Tito Karnavian di SMAN 2 Palembang. Menurut Emi, prestasi akademik Tito Karnavian juga bagus. “Dia anak yang cerdas,” kata Emi.Seperti diketahui, Tito Karnavian adalah calon tunggal Kapolri yang disodorkan Presiden Jokowi. Tito Karnavian merupakan lulusan terbaik AKABRI Tahun 1987. Bahkan Tito mendapatkan piagam penghargaan Adhi Makayasa 1987 yang langsung diberikan Presiden Soeharto.Dalam sejarahnya, pernah ada salah satu Kapolri yang berasal dari Sumsel. Yaitu Jenderal Pol Mohamad Hasan yang lahir di Muara Dua, Oku Selatan, 20 Maret 1920 dan meninggal 23 Februari 2005. Mohammad Hasan adalah Kapolri pada tahun 1971-1974.Kaget Belum Dikabari, Titip Amanah
Keluarga Tito yang ada di Jakarta mengaku kaget atas kabar pencalonan tunggal pria asli Palembang itu sebagai Kapolri yang akan menggantikan Badroddin Haiti yang memasuki masa pensiunnya.Sebagaimana dituturkan adik kandung Tito, Iwan Dakota yang dikenal seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.“Kita sekeluarga yang ada disini (Jakarta) kaget mendengar pengumuman itu dari berita. Karena Pak Tito ga pernah cerita bakal dicalonkan tunggal menjadi kapolri oleh presiden,” ungkapnya yang mewakili keluarga memberikan komentar kemarin (15/6/2016) ditemui di sela-sela kesibukannya di salah satu rumah sakit ternama di Jakarta.Memang ia mengakui saat kumpul keluarga, Tito pernah membahas perihal itu. Dimana saat itu Tito bercerita diminta Kapolri Badroddin Haiti untuk dicalonkan menjadi kapolri. “Waktu itu, Pak Tito cerito ke kami (keluarga) masih enggan. Karena masih banyak senior-seniornya di Polri. Tetapi kalau yang minta presiden langsung, baru dak biso nolak,” cerita Iwan menggunakan logat Palembang.Karena itu amanah, masih kata Iwan, Tito tidak bisa menolak atas permintaan presiden langsung. Karenanya ia siap untuk melaksanakan perintah presiden. Ia melanjutkan bahwa Tito selama ini tidak pernah minta-minta jabatan. Karena jabatan yang selama ini dipegangnya merupakan buah hasil kerja kerasnya sebagai seorang polisi.“Pak Tito menunjukkan kualitasnyo sebagai seorang anggota Polri selama ini,” seraya Iwan mengulas prestasi Tito yang disebutnya mengalami lompatan karier.Pada saat berpangkat AKBP, Tito tergabung dalam Tim Cobra menangkap buronan Tommy Soeharto yang tak lain anak dari mantan presiden Soeharto. Lalu Tito menumpas gembong teroris dr Azhari dan Noordin M Top, hingga menyudahi aksi teroris di Jl Thamrin Jakarta baru-baru ini. Atas prestasinya itulah, menurut Iwan Tito bisa menapaki kesuksesan dalam karirnya hingga bakal menduduki kursi teratas di tubuh Polri.“Dia bisa menduduki karier saat ini karena pimpinan melihatnya dari kualitas kinerja yang ditunjukkan. Bukan karena hubungan nepotisme, kedekatan atau sanak saudara,” ungkapnya.Nah, Iwan menyampaikan di era kepemimpinan Tito kelak, bakal melakukan reformasi di tubuh Polri. “Zaman Pak Tito kelak, ia akan menata Polri. Dimana polisi yang benar-benar memiliki kualitas, akan diberi kesempatan untuk dipercaya memegang amanah,” lanjutnya.Di mata Iwan sendiri Tito adalah sosok yang bisa menjadi role model (panutan) bagi anggota Polri lainnya. “Pak Tito itu jadi polisi bukan dari sogok menyogok. Dari akabri sampai jadi jenderal berkat kualitasnya,” tandasnya.Meski saat ini Tito di puncak karirnya, bagi Iwan, kakak kandungnya itu masihlah seperti biasa. Dimana Tito masih menyempatkan berkumpul bersama keluarga besarnya. Minimal, kata Iwan, Tito satu bulan sekali berkumpul bersama keluarganya.Dalam kesempatan kumpul keluarga itu, Tito sering berbagi bersama keluarga seputar pekerjaannya. Dari keluarga pun kesempatan itu juga aering digunakan untuk menyampaikan pesan dan nasihat kepada Tito dalam menjalankan amanahnya. “Kami dari keluargo, minta jalankan tanggung jawab sebaik-baiknyo, jangan berpolitik, utamakan kepentingan bangsa di atas golongan. Kami Titip amanah agar menjadi seorang polisi yang sebenar-benarnyo,” ujarnya. ***Editor:
Akham SophianSumber:
Bengkuluekspress.com

























