PotretNews.com Jum'at 21 September 2018

Hati-hati, Jangan Asal Mencukur Bulu Miss V

Hati-hati, Jangan Asal Mencukur Bulu Miss V

Begini mungkin tahapan perasaanmu saat pertama kali mencoba perontokkan bulu-bulu di wilayah tertentu.

Selasa, 20 Oktober 2015 18:46 WIB
JAKARTA, POTRETNEWS.com - Meski banyak wanita tak menyadari ini, menghilangkan bulu Miss V dengan cara waxing bisa memengaruhi kesehatan Anda. Kebiasaan merawat bagian pribadi ini telah menjadi kebiasaan umum belakangan ini sehingga nyaris tak seoran gpun mengurigai risiko kesehatan yang mengintai di belakangnya.Menurut penelitian terbaru, sebagian wanita yang mencukur bersih atau sebagian rambut kemaluannya berisiko mengembangkan kondisi kesehatan yang sangat serius.

Menurut Andrea De Maria mengenai studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics & Gynecology, "Perempuan sekarang tak menyadari risiko dari mencukur rambut pubis, karena mereka juga menghilangkan bulu-bulu yang tumbuh di bagian tubuh lainnya."

Berdasarkan studi, 87 persen wanita menghilangkan semua atau sebagian bulu pubis, sementara 90 persen lainnya mencukur dengan alat cukur (razor).

Ads
Masalahnya, kulit di area genital jauh lebih sensitif ketimbang kulit di bagian lain seperti kaki misalnya. Itu sebabnya bercukur bisa menyebabkan cedera kecil terutama jika dilakukan terburu-buru. Wanita lebih mudah tersayat atau teriris ketika bercukur karena mereka tak dapat melihat kontur area pribadi mereka dengan jelas.

Bahkan 60 persen wanita dilaporkan mengalami efek samping seperti terkikis, diikuti dengan bulu-bulu yang tumbuh ke dalam setelah menghilangkan bulu kemaluan.

Meski yang telah disebutkan tadi merupakan cedera ringan pada kulit, namun bukan berarti tak menyakitkan atau tak berbahaya. Yang pasti, kulit genital penuh kelenjar keringat, artinya area ini biasanya lembap dan gelap, membuatnya jadi tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Sedikit pengikisan atau luka di kulit membuatnya mudah jadi sasaran bakteri atau infeksi. Penyakit menular seksual, termasuk herpes dan HPV mudah ditulari karena tak ada bulu pubis yang mencegah infeksi. ***

(Farid Mansyur)
Kategori : Kesehatan
Sumber:Liputan6.com
Tour de Siak 2018
wwwwww