Home > Berita > Umum

Seminar Nasional FH Unilak Bahas Pemilu Serentak 2024

Seminar Nasional FH Unilak Bahas Pemilu Serentak 2024
Selasa, 22 November 2022 23:03 WIB
Ofika Rahmat Julias
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Pusat Studi Hukum (PSH) bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru mengadakan seminar nasional bertemakan Pemilihan Umum Serentak 2024, Selasa 22 Novemver 2022.
Seminar nasional tersebut mengangkat judul Tantangan Negara dalam Mewujudkan Demokrasi Prosedural (Suatu Evaluasi terhadap Penyelenggaran Pemilu Serentak 2024) yang diadakan di aula Pustaka Unilak.

Acara yang dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum Dr Fahmi SH MH itu dihadiri peserta lebih dari 200 orang yang didominasi oleh mahasiswa. Sebagai narasumber yaitu; Bupati Kepulaun Meranti M Adil SH MM, Pakar Hukum Tata Negara Riau Dr Eddy Asnawi SH MHum, Anggota DPD RI Edwin Pratama, Komisoner KPU Riau Abdul Rahman, Anggota Bawaslu Riau Nanang Wartono SH MH, dan sebagai moderator Rachmad Oky Saputra SH MH, yang merupakan dosen Fakultas Hukum Unilak.

Dalam sambutannya,Fahmi sebelum membuka seminar mengatakan, tema Pemilu Serentak merupakan narasi yang sangat menarik. Pemilu serentak akan dilaksanakan 14 Februari memilih DPR, DPRD, DPD, dan presiden/wakil presiden serta pemilihan kepala daerah serentak bulan November 2024.

”Kita ketahui bahwa indeks demokrasi di Indonesia dapat dikelompokkan beberapa hal. Pertama; keberlangsungan pemilu yang bebas dan adil. Kedua; keberadaan pemerintahan yang terbuka, akuntabel. Dan yang ketiga; perlindungan hak sipil,” ujar Dr Fahmi.

Dia mengatakan, seminar nasional ini dalam rangka untuk mewujudkan demokrasi yang lebih baik, harapan kita pemilu serentak lebih baik dari tahun 2019. Pemilu yang berkualitas ini indikatornya adalah bagaimana kesiapan penyelenggaraan pemilu dalam hal ini KPU, Bawaslu yang profesional, integritas, rakyat menyalurkan hak partisipasinya tanpa ada tekanan, terselanggaranya pemilu yang baik dan bermartabat, kemudian terpilihnya legislatif dan eksekutif yang sesuai dengan keinginan rakyar.

Menurut Fahmi, tantangan pemilu 2024 adalah polarisasi, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, SARA, politik identitas, politik uang, netralitas TNI/Polri/ASN, dan ketidaknetralan penyelenggara pemilu. ”Semoga ini tentu saja berkurang dan bisa dihindari. Ini merupakan komitmen Fakultas Hukum Unilak untuk mempersiapakan diri dan menyongsong Pemilu serentak,” katanya.

Salah satu narasumber Dr Eddy Asnawi dalam pemaparanya menyebutkan, bahwa tantangan setiap pemilu dan pilkada adalah persoalan politik uang. Sementara itu Anggota KPU Riau Abdul Rahman berharap kepada masyarakat untuk dapat menyalurkan aspirasinya di pemilu serentak.

”Indikator keberhasilan pelaksanaan pemilu adalah meningkatnya partisipasi pemilih. Bagi masyarakat dapat melihat daftar pemilih tetap (DPT) di website yagn tersedia,” sebutnya. Pelaksana seminar nasional diisi dengan diskusi dan tanya jawab. Beberapa topik ditanyakan kepada narasumber seperti berkaitan dengan presidential treshold 20 persen dan pelaksanaan pemilu yang jurdil. ***

Kategori : Umum, Riau
wwwwww