Gubri Panen Perdana Sawit yang Dulu Ditanamnya di Desa Kumain Rohul

Gubri Panen Perdana Sawit yang Dulu Ditanamnya di Desa Kumain Rohul

Gubri memperlihatkan buah sawit yang baru dipanennya di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rohul. (F-IST)

Senin, 24 Oktober 2022 18:44 WIB
ROHUL, POTRETNEWS.com – Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia diberikan kesempatan untuk melakukan panen perdana di lokasi penanaman sawit yang dulu ia tanam di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (24/10/2022).
Bibit sawit yang ditanam Gubri bersama dengan Menteri BUMN saat itu Rini Sumarni dan Bupati Rokan Hulu (Rohul) Sukiman pada 12 April 2019 lalu, ‎ternyata sudah panen. Sawit itu bahkan tumbuh dengan subur dan dipenuhi dengan tandan buah sawit yang besar.

“‎Kami ucapkan terimakasih kepada PTPN V yang sudah memberikan bantuan kepada petani sawit kami dan sudah memberikan penyuluhan. Mudah-mudahan kedepan ini tetap jaga, karena waktu penanaman perdana kerja sama PTPN dengan koperasi disini saya ikut menyaksikan bersama dengan ibu menteri BUMN saat itu,” ungkap Gubri Syamsuar saat menghadiri acara panen perdana sawit plasma PTPN V, KUD Makarti Jaya, Desa Kumain Kecamatan Tandun, Rohul, Senin (24/10/2022).

Gubri Syamsuar mengapresiasi program peremajaan sawit rakyat yang diusung PT Perkebunan Nusantara V yang telah berhasil mendongkrak produktivitas perkebunan sawit milik petani di Provinsi Riau.

“Alhamdulillah, Program PSR yang diusung PTPN V telah meningkatkan produktivitas petani. Hasilnya luar biasa,” katanya di sela-sela kegiatan panen perdana sawit plasma PTPN V di Rohul.

Syamsuar bersama Bupati Rohul Sukiman, serta Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III Persero, Mohammad Abdul Ghani dan Direktur PTPN V, Jatmiko Santosa, melakukan panen perdana sawit plasma binaan PTPN V seluas 697 hektare yang tergabung dalam KUD Makarti Jaya di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Rohul, Riau.

Gubernur bergelar Datuk Sri Setia Amanah itu mengakui bahwa kondisi tanaman sawit plasma binaan PTPN V tumbuh subur dan dalam kondisi sangat baik. Bahkan, ia kagum karena pada usia awal panen, perkebunan sawit tersebut telah menghasilkan produktivitas hingga enam ton per hektare. Sementara dalam kondisi umum, hanya empat ton per hektare.

Selain itu, usia panen juga tergolong sangat cepat yakni 28 bulan, dari umumnya 36 bulan. Hal itu karena pola single management atau manajemen tunggal yang diterapkan PTPN V, baik dari mulai penumbangan sawit renta, penanaman, pemupukan, hingga perawatan dilaksanakan karyawan PTPN V.

Dengan begitu, para petani yang mengikuti program PSR PTPN V memperoleh tambahan ilmu pengetahuan melalui skema transfer knowledge dari anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III Persero tersebut.

Untuk itu, Syamsuar mengapresiasi langkah PTPN V yang sejak awal dipimpin oleh Jatmiko Santosa tiga tahun lalu, terus mengakselerasi program peremajaan sawit, dengan tujuan utamanya meningkatkan produktivitas sawit petani dan mendongkrak kesejahteraan petani.

“PTPN telah membantu pemerintah dalam percepatan PSR. Saya imbau agar masyarakat Riau dapat bermitra dengan PTPN V dan PSR dapat terus diperluas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Bupati Rohul Sukiman. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi BUMN dan pemerintah dapat membantu persoalan petani di kabupaten berjuluk Negeri Seribu Suluk yang sawitnya mulai renta.

Seperti diketahui, KUD Makarti Jaya mulai melakukan peremajaan sawit pada 2019 lalu. Makarti Jaya merupakan KUD pertama yang melaksanakan peremajaan sawit dengan pola single management, padat karya, hingga mendapat jaminan produktivitas di atas rata-rata nasional.

Saat ini, PTPN V sendiri tercatat sebagai anak BUMN dengan program peremajaan sawit terluas di Indonesia yang mencapai 9.000 hektare, dan ditargetkan mencapai 22.444 hektare hingga 2026.

Sementara itu, pada 2021 lalu, produktivitas petani yang bermitra dengan PTPN V juga tercatat cukup fantastis, mencapai 26 ton per hektare per tahun. Angka itu jauh dari rerata nasional sebesar 19 ton per hektare per tahun. Kemudian, sejak 2021 lalu, PTPN V juga meluncurkan program penyediaan 1,4 juta bibit sawit unggul secara daring kepada masyarakat.

Dalam kurun waktu kurang dari setahun, seluruh bibit unggul bersertifikat tersebut ludes dibeli para petani Riau. Tahun ini, perusahaan kembali menyiapkan penjualan bibit sawit unggul kepada petani dengan konsep serupa secara daring. (Adv)

Kategori : Pemerintahan, Riau
wwwwww