Mahyeldi Ansharullah, Anak Tukang Becak yang Kini Jadi Gubernur Sumbar Semasa Kecil Pernah Tinggal di Dumai

Mahyeldi Ansharullah, Anak Tukang Becak yang Kini Jadi Gubernur Sumbar Semasa Kecil Pernah Tinggal di Dumai

Mahyeldi usai dilantik presiden Jokowi

Sabtu, 27 Februari 2021 09:25 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Mahyeldi Ansharullah resmi menjadi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) periode 2021-2024. Mahyeldi dilantik langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Kamis (25/2/2021). Sebelum menjadi Gubernur Sumbar, putra asli Minang berusia 54 tahun ini menjabat Wali Kota Padang dua periode. Mahyeldi lahir di Bukittinggi pada 25 Desember 1966. Dia menjabat sebagai Gubernur Sumbar ke-10 pada Kamis (25/2/2021), melansir iNews.id.Dilansir dari Wikipedia, Mahyeldi menjalani masa kecil di Nagari Gadut, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. Dia lahir dari pasangan Mardanis St. Tanameh (ayah) dan Nurmi (ibu).Mahyeldi merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Ayahnya adalah seorang tukang becak dan buruh angkat di Pasar Atas, Bukittinggi. Sejak masih kelas tiga SD, dia sudah bekerja membantu ayahnya untuk mendapatkan uang.

Saat Mahyeldi kelas lima SD, dia dan keluarga pindah ke Kota Dumai. Dia tetap bekerja untuk menopang ekonomi keluarga hingga masuk SMP. Tamat SMP, Mahyeldi masuk ke SMA Negeri 1 Bukittinggi.

Selama SMA, dia masih bekerja dengan berjualan koran pada pagi hari dan menjual kue pada sore hari. Selain itu, ia juga pernah beternak kerbau. Dari hasil jerih payahnya bekerja, dia dapat menabung untuk biaya kuliah.

Setamat SMA, dia diterima di Program Studi Pembangunan Pedesaan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Selama kuliah di Universitas Andalas, dia ikut menggerakan kegiatan dakwah. Aktivitasnya di bidang dakwah mengantarnya bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pada pemilihan umum legislatif 2004, Mahyeldi diusung oleh PKS sebagai calon anggota legislatif untuk DPRD Sumatra Barat. Hasil perolehan suara menempatkan PKS sebagai pemenang di Padang. Dari seluruh anggota DPRD Sumbar terpilih, Mahyeldi merupakan peraih suara terbanyak. Kemudian dia duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat periode 2004–2009. Tak lama, dia mengundurkan diri karena dilantik sebagai Wakil Wali Kota Padang mendampingi Fauzi Bahar pada 2009.

Usai menjadi Wakil Wali Kota. Mahyeldi kemudian mencalonkan diri sebagai Wali Kota Padang dalam Pilwakot pada 30 Oktober 2013. Saat itu, Mahyeldi bersama pasangannya Emzalmi menang 29,45% suara. Namun, jalan untuk menjadi wali kota tak mulus. Dia harus melakoni putaran kedua pada 5 Maret 2014. Dalam putaran kedua, Mahyeldi kembali unggul dengan perolehan 50,29% suara.

Pelantikannya tertunda karena pasangan calon yang kalah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Kemudian, Pada 13 Mei 2014, Mahyeldi resmi dilantik jadi Wali Kota Padang. Dia menjadi Wali Kota Padang dua periode. Di periode pertama, dia didampingi Emzalmi sebagai wakil, kemudian di periode kedua dia diampingi Hendri Septa.

Pada Pilkada Serentak 2020, Mahyeldi kembali diusung PKS untuk maju di Pemilihan Gubernur Sumbar. Didampingi Audy Joinaldi, keduanya diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan kekuatan 14 kursi di DPRD Sumbar. Dalam Pilgub 2020 itu, Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldi pun menjadi pemenang. Mereka meraih 726.853 suara. Mereka unggul dari pasangan nomor urut 2 dari Partai Gerindra Nasrul Abit – Indra Catri yang memperoleh 679.069 suara. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Pemerintahan
wwwwww