PotretNews.com Senin 06 Juli 2020
Home >  Berita >  Siak

Perusahaan Sawit di Siak Jangan Anggap Enteng Karhutla

Perusahaan Sawit di Siak Jangan Anggap Enteng Karhutla

Suasana pertemuan dengan manajemen PT TKWL.

Senin, 17 Februari 2020 20:05 WIB
Sahril Ramadana

SIAK, POTRETNEWS.com — Seluruh perusahaan sawit di Kabupaten Siak diingatkan agar tidak menganggap enteng persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Riau Azmi saat sidak ke PT Teguh Karsa Wina Lestari (TKWL) di Kecamatan Bungaraya.

Di sana Azmi dan Anggota Komisi II DPRD Siak melihat langsung sarana dan prasarana (sarpras) pengendalian karhutla yang dimiliki perusahaan tersebut.

”Terkhusus buat perusahaan yang mengantongi HGU, jangan menganggap enteng persoalan karhutla ini. Saya pastikan, jika lahan perusahaan terbakar, DPRD akan meminta kementerian mencabut izin HGU-nya," kata Azmi, Senin (17/2/2020).

Kemudian, korporasi yang beroperasi di daerah itu juga diminta Azmi agar peduli dan sigap terhadap penanganan karhutla.

Sidak ke TKWL menurut Azmi untuk memastikan apakah perusahaan ini sudah menjalankan sesuai instruksi Kementerian LHK (KLHK). Karena sarpras yang dimiliki perusahaan harus sesuai dengan surat edaran KLHK.

Sarpras itu, misalnya kata Azmi, perusahaan wajib memiliki embung air dan menara api sesuai prosedur. Untuk memastikannya, Azmi dan anggota Komisi II langsung melihat sarpras perusahaan tersebut.

”Semua aman. Peralatan mereka sudah sesuai. Sidak ini kita lakukan agar di Siak tidak lagi menjadi lumbung titik api. Tak menutup kemungkinan, hal serupa juga akan kita lakukan ke semua perusahaan di Siak. Sebab ada 33 perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di sini,” katanya.

General Manager (GM) PT TKWL Hasman Hasby mengatakan, sejak tahun 2019 lalu pihaknya sudah memenuhi sarpras tersebut. Bahkan untuk mengantisipasi terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Bungaraya, pihak perusahaan sudah menjalin kerja sama dengan 10 pemerintah kampung di daerah itu.

”Semua item yang diharuskan kementerian sudah kita lengkapi. Bahkan ada yang kita lebihkan, seperti mesin air. Mestinya hanya 6, kita sediakan 10 unit," ujarnya.

Hasman juga mengaku, dengan mengantongi HGU seluas 7094 hektar, tentu mencegah terjadinya karhutla bukan pekerjaan mudah. Apalagi, dari 7094 hektar, baru 3380 hektar lahan HGU perusahaan yang ditanami sawit. Sisanya masih lahan kosong semak belukar.

” Oleh karena itu, kita mempersiapkan segala sesuatunya. Andaipun terjadi kebakaran, kita sudah siap segala lini. Tapi, sampai saat ini, belum ada lahan kita yang terbakar,” pungkasnya. ***

       
        Loading...    
           
Kategori : Siak, Pemerintahan
Loading...
www www