PotretNews.com Rabu 16 Oktober 2019
Home > Berita > Umum

Pengungsi Kabut Asap Pekanbaru Dihibur dengan Buku Bacaan

Pengungsi Kabut Asap Pekanbaru Dihibur dengan Buku Bacaan

Warga korban asap di Pekanbaru membaca buku yang disediakan Komunitas Teratak Literasi di posko kesehatan.

Jum'at, 20 September 2019 09:20 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Dalam rangka program literasi untuk kemanusiaan, Komunitas Teratak Literasi menyediakan buku bacaan di posko evakuasi korban kabut asap di Pekanbaru, Riau.

Hal itu mereka lakukan, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban asap. Terlebih, saat ini anak-anak sekolah diliburkan.

Sehingga, anak-anak maupun orang tua terpapar kabut, bisa membaca sambil berobat di posko evakuasi korban asap, yang terletak di Jalan Wonosari Nomor 18, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau.

Pegiat Teratak Literasi, Bambang mengatakan, berbagai macam buku bacaan yang disediakan di posko evakuasi korban kabut asap tersebut.

Ads
”Kami menyediakan lebih dari seratus buku yang bisa dibaca di rumah evakuasi. Ada buku agama, novel, lingkungan, biografi tokoh, dan buku anak-anak," kata Bambang kepada potretnews.com melalui keterangan tertulis, Kamis (19/9/2019).

Dia menyebut, dalam menjalankan program ini, Teratak Literisasi bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Pekanbaru, dan beberapa pihak lainnya. Lazismu Pekanbaru sebagai penyedia posko evakuasi, sedangkan Teratak Literisasi menyediakan buku bacaan.

Hingga kini, terdapat belasan warga korban asap yang singgah ke rumah evakuasi. Ada anak-anak dan orang tua. Beberapa anak dan orang tuanya memanfaatkan baca buku sambil menghirup udara segar di ruang yang difasilitasi AC. Relawan posko juga menyediakan tabung oksigen untuk korban sesak napas.

”Kami hadir memberikan akses terhadap buku-buku. Semoga dalam setiap posko tanggap darurat asap terdapat fasilitas buku-buku yang bermanfaat untuk korban atau pasien, maupun relawan," ujar mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) ini.

Bambang menambahkan, program kemanusiaan ini rencananya akan berlangsung sampai bencana asap berakhir di Bumi Lancang Kuning. ***

       
        Loading...    
           
Kategori : Umum, Pekanbaru
       
        Loading...    
           
wwwwww