PotretNews.com Rabu 16 Oktober 2019
Home > Berita > Umum

Rusli, Anggota DPRD Rohul yang Saat Kampanye Cuma Bermodal Rp8,5 Juta; Tinggal di Rumah Reyot dan Miliki 7 Anak

Rusli, Anggota DPRD Rohul yang Saat Kampanye Cuma Bermodal Rp8,5 Juta; Tinggal di Rumah Reyot dan Miliki 7 Anak

Rusli diabadikan di rumahnya.

Selasa, 10 September 2019 08:20 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Story atau kisah Anggota DPRD di Riau tinggal di rumah berdinding papan dengan dua kamar tidur, hidup sederhana dan miliki 7 orang anak.

Anggapan yang selama ini mengatakan kalau mau jadi anggota DPRD harus kaya dan harus punya modal yang besar, bisa dipatahkan Rusli, Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu.

Dia terpilih menjadi anggota dewan meskipun tidak mengeluarkan modal dan tinggal di rumah berdindingkan papan yang sudah reyot.

Rusli maju menggunakan perahu partai PKS untuk Dapil I Rokan Hulu (Rambah, Rambah Hilir, Bangunpurba dan Rambahsamo), ia berhasil mengumpulkan suara terbanyak untuk PKS di dapilnya tersebut.

Ads
Sosoknya yang sederhana sempat menjadi perhatian banyak orang, apalagi sempat muncul beberapa postingan di media sosial di Rokan Hulu yang menggambarkan Rusli hanya tinggal di rumah berdinding papan jauh dari kesan mewah, namun bisa terpilih jadi anggota dewan.

Bahkan di internal PKS sendiri menjadikan Rusli ini sebagai tokoh yang penuh inspirasi, dengan kesederhanaan bisa duduk sebagai anggota DPRD.

Rusli tinggal di Dusun Tanjungpuraindah, Desa Rambah Hilir, Muara Rumbai Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, ia memiliki 7 anak, tinggal di rumah berdinding papan dan hanya memiliki dua kamar tidur.

Kesehariannya Rusli berprofesi sebagai petani sedangkan istri bekerja sebagai guru di satu SMA di Rokan Hulu.

Saat berbincang dengan Tribunpekanbaru.com Rusli mengaku bahagia meskipun hanya tinggal di rumah berdinding papan yang kondisinya reyot itu.

”Saya menikmati dan bersyukur terus pada Allah, jadi meskipun kami tinggal di rumah sederhana ini kami bahagia," ujar Rusli bercerita.

Rusli memang sebelum terjun ke dunia politik berstatus sebagai pegawai negeri, saat itu Rusli membangun sekolah swasta sederhana dan menjadi kepala sekolah di sana dengan menumpang gedung belajar di gedung sekolah lain saat itu.

Saat menjadi kepala sekolah itu, Rusli yang dibantu beberapa temannya mengajar tanpa memungut biaya dari siswa yang sekolah di tingkat SMA tersebut.

"Jadi kami buat sekolah bagaimana agar anak bisa bersekolah dan kami tidak pungut biaya dari anak-anak," jelas Rusli.

Pada tahun 2014 saat diusung untuk maju di Pemilu oleh PKS, Rusli mengundurkan diri dari PNS, karena ia tidak bisa menolak saat itu dan harus maju menjadi caleg anggota DPRD.

"Saya maju namun hati saya merasa belum siap untuk menjadi wakil rakyat saat itu, akhirnya saat di TPS saja tidak mencoblos saya, saya coblos calon lain, alhamdulillah saat itu bukan saya yang terpilih," ujar Rusli.

Namun Rusli tetap meraih suara di atas 1200 saat itu. Setelah tidak terpilih menjadi anggota DPRD dan status PNS sudah diberhentikan, bagi Rusli saat itu adalah jalan terbaik dalam hidupnya, ia pun mulai menjalani kehidupannya sebagai petani dengan membuka lahan yang luasnya satu hektar.

"Jadi ada saja jalan hidup saya dari Allah, saya yang tidak punya modal apa-apa menjadi pemasok bibit kelapa sawit bagi warga di daerah saya, Alhamdulillah dari situ bisa membiayai kebutuhan keluarga dan rumah," ujar Rusli.

Pada tahun 2019 Rusli kembali diusung partai untuk maju jadi caleg untuk dapil yang sama, Rusli berhasil meraih suara terbanyak meskipun tidak mengeluarkan uang.

"Saya tidak punya uang, mau dikeluarkan pun tidak ada, kami tidak punya tabungan, bahkan sampai ada beberapa orang tanya, kapan lagi pasang balihonya orang sudah pasang, saya jawab aja tunggu terakhir saja, padahal saya jawab itu karena tidak punya uang buat baliho dan spanduk," ujarnya bercerita.

Pada tiga pekan terakhir kampanye, Rusli baru mulai melakukan sosialisasi karena baru mendapat dana diberi orang tuanya Rp 2 juta ditambah sumbangan beberapa temannya, sehingga ditotal kira-kira Rp3,5 juta.

”Saya pun dapat tandem dengan caleg DPRD Riau Ustadz Baihaqi, dapat dana Rp5 juta untuk baliho, dan itulah modal saya maju," ujarnya.

Namun Rusli juga rajin hadir pada acara pernikahan dan kegiatan masyarakat di daerahnya, sehingga nama Rusli sudah tidak asing lagi bagi masyarakat.

”Kalau dilihat calon lain yang punya modal dan punya kekuatan, tidak mungkin saya dapat suara dan terpilih, tapi Alhamdulillah ini adalah takdir dari Allah," ujar Rusli.

Bagi Rusli kekuatan doa orang tuanya juga menjadi kekuatan yang luar biasa sehingga dia menjadi Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu, karena bagi dia orangtua itu malaikat tak bersayap.

”Saya yakin doa orang tua itu menembus langit, Tiga hari jelang pemilu saya datangi mertua minta doa, pada hari pencoblosan saya datangi rumah orangtua yang masih hidup minta doa, dan datangi kuburan orang tua yang sudah meninggal," ujarnya.

Kekuatan doa dan keyakinannya itu, Rusli meraih suara 1.800 lebih sedangkan di bawahnya 1.200-an, maka Rusli menjabat sebagai wakil rakyat untuk periode 2019-2024.

Meskipun sudah dilantik jadi anggota DPRD, Rusli tetap menggunakan sepeda motor untuk ke kantor dan akan tetap menjadi Rusli yang dikenal masyarakat selama ini.

Bahkan ia juga belum ada berencana untuk membangun rumah baru, dan akan tetap tinggal di rumahnya yang lama berdinding papan yang hanya memiliki dua kamar tidur itu.

”Tetap, saya tidak akan bangun rumah, satu kamar untuk tujuh anak saya, dan kamar satu lagi untuk saya dan istri," jelasnya.

Rusli akan menerima gaji sebagai anggota dewan sebulannya Rp 30 juta lebih, menurutnya Rp 15 juta akan disumbangkan ke partai kemudian Rp4 juta kepada teman se-dapilnya yang membantu ia duduk.

"Selebihnya sekitar Rp 15 juta saya tidak akan makan sendiri, saya akan berbagi dengan masyarakat Insya Allah, misalnya ada kegiatan saya akan berkontribusi juga disana, kalau untuk rumah belum," ujarnya.

Karena bagi Rusli, terpilih jadi anggota dewan tidak ada beban, karena tidak mengeluarkan anggaran yang besar dan harus membalikkan modal.

"Satu keinginan saya selama lima tahun jadi anggota dewan nanti harus bisa mendirikan satu sekolah, itu cita-cita saya," pungkasnya. ***

Berita ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul "STORY - Anggota DPRD di Riau Tinggal di Rumah Berdinding Papan, Hidup Sederhana dan Miliki 7 Anak"

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Umum, Riau
       
        Loading...    
           
wwwwww