PotretNews.com Senin 19 Agustus 2019
Home > Berita > Riau

Janji 2018 Belum Tuntas, Kini Sungai Puing di Kecamatan Kotogasib Tercemar Lagi, Diduga akibat Limbah PTPN V Lubukdalam

Janji 2018 Belum Tuntas, Kini Sungai Puing di Kecamatan Kotogasib Tercemar Lagi, Diduga akibat Limbah PTPN V Lubukdalam

Ikan mati di Sungai Puing diduga akibat limbah PKS PTPN V Lubukdalam/ISTIMEWA.

Jum'at, 12 April 2019 16:58 WIB
Sahril Ramadana
SIAK, POTRETNEWS.com  - Janji manajemen PTPN V Lubukdalam kepada masyarakat Kampung Pangkalanpisang, Kecamatan Kotogasib, Siak, belum tuntas. Menajemen perusahaan plat merah tersebut pernah berjanji akan membantu masyarakat melalui program CSR-nya.Hal itu sebagai bentuk kompensasi karena limbah perusahaan mencemari Sungai Puing pada tahun 2018 lalu.

"Sebagian sudah ditepati. Tapi tak seperti yang dijanjikan waktu itu," kata Camat Kotogasib Dicky Sofyan menjawab potretnews.com, Jumat (12/4/2019) via telepon seluler.

Dicky mengaku hanya bantuan untuk rumah ibadah dan beasiswa yang diberikan perusahaan.

Ads
Padahal berdasarkan berita acara kesepakatan yang ditulis di atas kertas kop surat resmi Pemerintahan Kecamatan Kotogasib tanggal 20 Juli 2018 lalu dan ditandatangani oleh Assum Kebun LDA PTPN V Lubukdalam Joko Sriyono, Penghulu Pangkalanpisang kala itu Hendro Satrioko, Ketua Bapekam Hasyim dan diketahui Camat Kotogasib Dicky Syofyan, selain tidak akan membuang limbah pabrik ke Sungai Puing, manejemen PTPN V berjanji memenuhi tuntutan masyarakat melalui program CSR berupa bantuan rumah ibadah di Kampung Pangkalanpisang, bantuan sapi qurban, program air bersih, bantuan beasiswa untuk masyarakat miskin dan bantuan kegiatan kepemudaan.

"Dulu gitu janjinya. Namun nyatanya hanya bantuan untuk rumah ibadah dan sedikit beasiswa ke masyarakat kurang mampu yang diberikan," ujar Dicky.

Kasus sama kembali terjadi pada Selasa (9/4) kemarin. Seorang warga di Kecamatan Kotogasib bernama Paijan (45) menemukan ribuan ikan mati di Sungai Puing.

Peristiwa ini diketahui Paijan saat hendak mancing di sungai tersebut. Paijan pun terkejut melihat ribuan ikan mulai muncul ke permukaan sungai dalam kondisi sekarat.

Paijan menduga ribuan ikan ini mati karena limbah pabrik kelapa sawit milik PTPN V Lubukdalam mengalir ke Sungai Puing. Sebab, tahun 2018 lalu hal serupa juga pernah terjadi.

Hingga berita ini diterbitkan koran online potretnews.com, belum terkonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak dan manejemen PTPN V Lubukdalam soal dugaan pencemaran limbah tersebut. ***

wwwwww