PotretNews.com Senin 19 Agustus 2019
Home > Berita > Riau

Syamsuar Dukung Riau Bebas Kendaraan Odol demi Jalan Mulus tanpa Lubang

Senin, 04 Maret 2019 11:21 WIB
syamsuar-dukung-riau-bebas-kendaraan-iodoli-demi-jalan-mulus-tanpa-lubangGubernur Riau Syamsuar. (TEMPO.co)
PEKANBARU, POTRETNEWS.com – Penyebab kerusakan jalan di Riau dibeberkan Gubernur Riau dalam Seminar Riau Outlook 2019-2024  yang digelar di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Sabtu (2/3/2019).Kegiatan ini yang diinisiasi Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Riau, bekerja sama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Riau-Kepi dan Kementerian Perhubungan.

Dalam seminar yang membahas tentang pembangunan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan adil dan bermartabat ini, juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta perwakilan dari Kemenhub dan Kemen-PUPR.

Dikatakan Syamsuar, penyebab kerusakan jalan raya yang disebabkan maraknya kendaraan yang mengangkut muatan berlebih (overdimension and overloading disingkat odol). Oleh karenanya, pemerintah daerah telah menjadikannya sebuah atensi ke depannya.

"Ini yang akan menjadi atensi pemerintah daerah, agar nanti jalan di Riau ini bisa bertahan lebih lama, sebab banyak kendaraan odol melintasi kota," ungkap Syamsuar, Sabtu (2/3/2019) .

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/08052019/potretnewscom_9rsqa_1559.jpgIlustrasi truk "odol". (INTERNET)

Di forum Seminar Riau Outlook 2019-2024, Syamsuar menyebut akan melakukan kerja sama dengan pihak terkait lainnya. Sehingga jalan yang ada tidak berlubang lagi.  

”Untuk pencegahannya, ke depan kita lakukan kerja sama dengan pihak Dinas Perhubungan, kepolisian lalu lintas. Mari sama-sama kita pertahankan jalan ini, sehingga warga tidak ada lagi yang komplain," imbuh Syamsuar.

Sejauh ini, ungkap Syamsuar, kerugian kerusakan jalan yang diakibatkan banyaknya kendaraan transporter yang membawa muatan melebihi tonase, cukup besar. Karena selain membawa kayu, truk yang membawa cangkang sawit juga dapat menimbulkan kerusakan di jalan raya.

"Penyebab itu semua, belum dapat kita tafsir berapa kerugiannya. Nanti dihitung dulu ya," tutur Syamsuar.  

Dalam kesempatan ini, Syamsuar juga menandatangani komitmen bersama mencanangkan Riau di 2019 ini bebas dari kendaraan overdimension dan overloading. Salah satu bentuk dukungan dan komitmen bersama untuk menciptakan infrastruktur yang berkelanjutan. ***

Ads
Kategori : Riau, Pemerintahan
wwwwww