Home > Berita > Riau

Karena Hal Ini, Pemprov Riau Khawatirkan Ketersediaan Anggaran

Senin, 14 Mei 2018 07:22 WIB
karena-hal-ini-pemprov-riau-khawatirkan-ketersediaan-anggaranIlustrasi Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim menjawab pertanyaan wartawan dalam sebuah acara, belum lama ini.
PEKANBARU, POTRETNEWS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) tahun ini mengkhawatirkan ketersediaan anggaran karena progres serapan sudah berjalan sebagaimana mestinya.
Padahal sebelumnya persoalan yang dihadapi pemprov minimnya penyerapan anggaran dan tidak tercapainya target serapan.

Sehingga saat ditanya realisasi APBD menurut Sekda Ahmad Hijazi sudah tidak ada persoalan sebagaimana tahun-baru sebelumnya karena yang terjadi saat ini awal tahun sudah berjalan kegiatan.

"Kita tidak khawatir masalah serapan anggaran, tapi malah kita khawatir ketersediaan anggaran di kas daerah jadi kendala,” kata Sekda Ahmad Hijazi, (13/5/2018).

Selama ini apalagi jalannya APBD Riau menumpuk di akhir tahun selain minimnya serapan sehingga tidak terjadi ancaman ketersediaan anggaran.

"Tahun ini kegiatan sudah dimulai awal tahun dan proses pendapatan juga masih berjalan, sehingga kekhawatiran kita muncul,” ujar sekda.

Apalagi sejumlah proyek besar Pemprov Riau sudah mulai dijalankan awal tahun dan tentunya membutuhkan anggaran besar untuk proyek tersebut, seperti enam proyek besar di PUPR dan sejumlah proyek lainnya dan kebutuhan keuangan lainnya.

Makanya lanjut sekda mau tidak mau harus dilakukan pengimbangan antara pengeluaran dan pendapatan sehingga tidak terjadi kekosongan ketersediaan anggaran. "Kita harus pandai-pandai dalam mengaturnya. Karena bisa saja pendapatan belum masuk sementara belanja sudah,” jelasnya.

Persoalan ini juga masih ada kaitannya dengan adanya penundaan dana bagi hasil dari pusat untuk Riau dan meningkatnya belanja pemerintah tahun 2018 ini. "Meski demikian kita malah lebih senang belanja kita disesuaikan dengan pendatapan, atau berbasis pendapatan, lebih tepat sasaran pembangunan,” ucapnya.

117 Paket Sudah Lelang
Pelaksanaan kegiatan sejak awal tahun di Pemprov Riau sudah terlihat hasilnya. Memasuki Triwulan kedua tahun 2018, sudah ada 117 paket kegiatan yang sudah selesai lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Riau.

Sedangkan Pagu anggaran yang sudah berjalan dari APBD tersebut sudah mencapai Rp1 Triliun lebih dari total APBD Riau tahun 2018 Rp10 Triliun. Artinya Capaian serapan anggaran sudah mencapai 10 persen lebih.

Sedangkan jumlah paket kegiatan sendiri dalam APBD Riau 2018 terhitung sebanyak 182, dengan demikian jumlah kegiatan yang sudah lelang lebih banyak. Sedangkan yang lain sedang proses lelang di ULP.

Apalagi tahun ini, diawal tahun sudah banyak kegiatan terutama proyek besar di Dinas PUPR yang sudah selesai lelang dan bahkan sudah mulai dikerjakan di lapangan.

"Dari 117 paket yang sudah selesai itu pagu atau nilainya Rp1 Triliun lebih, termasuk di dalamnya ada proyeksi strategis Pemprov Riau seperti dua flyover, bangunan kantor Polda dan Kejati Riau,” kata Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Riau Indra.

Indra menambahkan dari 117 lelang yang sudah selesai itu, pihaknya berhasil melakukan efisiensi anggaran pelelangan barang dan jasa sebesar Rp76,3 miliar atau 9 persen.

Sedangkan sisa paket yang belum selesai 65 paket, tambah Indra, saat ini sedang berproses dan sudah ada skedul pengumuman lelangnya. "Semuanya sudah berjalan sejak awal tahun ini semuanya, dan sebagaimana ditargetkan seluruh kegiatan sudah jalan sejak awal tahun jadi akhir tahun tidak ada lagi yang sibuk,” ujarnya.

Kemudian hasilnya juga akan lebih maksimal dalam pengerjaan di lapangan, masyarakat juga merasakan dampak dari jalannya kegiatan sejak awal tahun tersebut.

Pelaksana tugas Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim mengatakan soal serapan dirinya selalu mengontrol dan mengingatkan seluruh OPD dalam menjalankan kegiatan.

"Saya selalu evaluasi dan mengingatkan terus OPD untuk bekerja maksimal menjalankan kegiatan,” ujar Wan Thamrin Hasyim.

Terpenting lagi menurut Wan Thamrin Hasyim pekerjaan sesuai dengan target dan hasil bagus serta dijalankan semuanya sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada. ”Tidak ada aturan yang dilanggar makanya selalu diawasi dan dilakukan evaluasi," tandas Wan Thamrin Hasyim. ***

Kategori : Riau, Umum, Pemerintahan
wwwwww