Home > Berita > Umum

Harimau Bisa Simpan Dendam kepada Manusia Bukan Sebuah Mitos Lagi

Harimau Bisa Simpan Dendam kepada Manusia Bukan Sebuah Mitos Lagi

Harimau Bonita di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera. (foto: okezone)

Kamis, 26 April 2018 08:05 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Harimau Bonita saat ini telah dimasukkan ke dalam Pusat Rehabilitas Harimau Sumatera di Dharmasraya, Siumatera Barat setelah menerkam manusia di Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Lalu, apa yang menyebabkan Bonita sampai menyerang manusia?
Andita, dokter hewan yang menangani Harimau Bonita secara khusus menyatakan, jika hewan betina itu memiliki seekor anak yang hilang.

Namun, Bonita belum menemukannya, walau sudah ada tanda-tanda jejak yang diduga anaknya. Beredar kabar sebelum penangkapan Bonita, ada sekelompok warga yang menangkap anak harimau.

Benarkah Bonita menyarang karena anaknya ditangkap. Apakah harimau mempunyai sifat dendam?

"Jika anaknya diganggu apalagi dibunuh, dia akan marah. Harimau ini mempunyai sifat dendam. Itu adalah naruli seorang ibu terhadap keluarganya," ucap Drh Andita Rabu (25/4/2018), dilansir potretnews.com dari okezone.com.

Sikap melindungi anak, kata Andita juga dimiliki oleh hewan lainnya. Namun, harimau lebih sensitif dan memiliki sifat ”baper”. "Harimau ini sifatnya sensitif. Dia sangat perasa dibanding dengan satwa lain. Dia akan sangat marah jika keluarganya diganggu," tuturnya.

Diketahui, Harimau Bonita ditangkap di wilayah perusahaan sawit Malaysia PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP). Jika dihubungkan dengan aksi Harimau Bonita yang menyerang dua orang pejalan kaki hingga tewas akibat, diduga Bonita marah mencari anaknya yang hilang.

Sebelumnya penangkapan Bonita, terdengar kabar bahwa ada sekolompok orang yang berhasil menangkap anak harimau di wilayah Pelanggiran, Inhil. Dugaan inilah yang menyebabkan Bonita turun gunung mencari anaknya dan menyerang manusia.

Pada 3 Januari 2018, Bonita mulai menyerang manusia. Korbannya adalah Jumiati (33), karyawan PT Tabung Haji Indo Plantation. Saat kejadian sebenarnya ada Jumiati dan kedua rekanya yakni Yusmawati (33), serta Fitriyanti (40) yang dikejar Bonita.

Anehnya saat itu hanya korban saja yang dikejar walau lari ke atas pohon sawit. Sementara menurut, Yusmawati saat memanjat pohon sawit dirinya terjatuh dan tepat berada di hadapan Bonita. Namun, Harimau Sumatera itu tidak menerkamnya malah mengejar Jumiati.

Kemudian pada 10 Maret 2018, Bonita kembali menebar maut. Harimau tersebut kembali terlihat di Simpang Kanan Dusun Sinardanau, Desa Tanjungsimpang, Kecamatan Pelangiran atau lokasinya sekitar 20 kilometer dari penerkaman Jumiati. Korbannya adalah Yusri Efendi (34 tahun). Di sana Bonita mendatangi sekelompok pekerja sarang burung walet.

Keterangan rekan korban, saat mengejar Yusri, Bonita melawati tiga temannya. Namun dia hanya mengejar dan menerkam Yusri.

Apakah Bonita hanya kebetulan memilih korbannya? Atau apakah Bonita dendam dan menyerang manusia karena anaknya diganggu?

"Harimau itu menggungu jika dia merasa terganggu. Beberapa hal yang membuat harimau terganggu adalah karena habitatnya terganggu. Kedua adalah dia terusik jika keluargnya diganggu, terakhir adalah sumber makanannya hilang," demikian penjelasan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum
wwwwww